Mengapa harus tetap berdoa?

“Tetaplah berdoa” 1 Tesalonika 5: 17

Pesan Paulus mengenai doa cukup singkat: kita harus tetap berdoa. Dalam bahasa Inggrisnya “continually” atau “unceasingly” yang artinya terus-terusan atau tidak berhenti. Apa maksud Paulus dalam menyuruh jemaat di Tesalonika untuk berdoa terus menerus? Bukankah kita tidak boleh mengulang-ulang doa karena Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan sebelum kita memintanya?

Masalah berdoa kepada Tuhan yang Mahakuasa dan Mahabijaksana itu memang cukup rumit. Dia tahu apa yang kita butuhkan, memutuskan apa yang akan terjadi dan manusia tidak dapat melawan kehendakNya. Lalu apa gunanya berdoa? Dan apa guna berlama-lama berdoa?

Memang banyak orang Kristen yang kuat dan ulet dalam berdoa. Sebagian malah percaya bahwa makin kuat dan lama doanya, makin besar kemungkinan Tuhan akan mengabulkan doa mereka. Malahan ada yang percaya bahwa ritual-ritual dan doa-doa tertentu mempunyai khasiat besar pada kemungkinan terkabulnya doa.

Ada juga mereka yang berdoa terus- terusan karena mereka percaya bahwa itulah yang dikendaki Tuhan dan karena itu harus dilaksanakan sekalipun mereka tidak mengerti apa maksud dan tujuannya. Mereka paling tidak mendapat kelegaan dan ketenangan karena sudah menjalankan perintah Tuhan. Dalam hal ini doa mungkin hanya merupakan keharusan dan kebiasaan saja.


Doa sebenarnya adalah sebuah percakapan antara seorang anak Allah dengan sang Bapa. Memang itu menunjukkan adanya hubungan antara kedua pihak. Hubungan yang baik membawa banyak percakapan, dan banyaknya percakapan seharusnya menunjukkan hubungan yang sehat. Walaupun demikian hubungan dalam hal ini adalah berbeda dengan hubungan antar manusia. Doa adalah komunikasi antara manusia dan sang Pencipta.

Doa yang baik adalah doa yang disertai dengan rasa hormat, syukur, jujur, rendah hati dan berserah kepada Tuhan. Doa bukanlah sekedar “omong-omong”, “omong kosong” atau “nodong” seperti yang sering kita lakukan kepada teman dekat kita. Doa adalah sebuah kesempatan untuk manusia agar bisa mengutarakan isi hatinya dan mendengarkan pendapat Allah tentang hal itu. Doa adalah sebuah komunikasi dua arah yang perlu dilakukan setiap saat dan sesering mungkin.

Setiap kali kita berdoa, kesulitan kita adalah dalam hal mendengar suara Tuhan. Kita bisa dan cenderung mendengar suara kita sendiri dan suara-suara lain yang mempengaruhi hati dan pikiran kita sehingga sukar untuk bisa mendengar suaraNya. Tetapi dalam setiap doa kita sebenarnya Tuhan selalu mendengar dan menjawab apa yang kita sampaikan karena Ia adalah Bapa yang baik. Ia senang jika kita mau menghampiri tahtaNya.

Melalui doa jugalah kita menyampaikan segala permohonan kita. Bukan untuk yang kita ingini, tetapi untuk apa yang kita butuhkan. Tetapi mungkin kita lebih sering berdoa untuk apa yang kita ingini; itu adalah lumrah. Karena keterbatasan kita sebagai manusia, kita sering sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Hanya Tuhan yang selalu tahu apa yang benar-benar kita butuhkan dan menjawab permohonan kita karena Dialah yang Mahatahu. Karena itu, semakin sering kita berdoa, semakin bisa kita mengetahui apa yang kita butuhkan karena melalui doa, Tuhan bisa menunjukkan apa yang dikehendakiNya. Melalui doa yang tetap kita lakukan, kita belajar menyesuaikan keinginan dan hidup kita dengan kehendakNya.

Pagi ini kita marilah kita mengambil keputusan untuk tetap berdoa, bukan dengan doa yang selalu mengutarakan keinginan kita, tetapi doa yang menunjukkan bahwa kita mau belajar mendengar apa yang dikatakan Tuhan sebelumnya. Doa yang mencerminkan ketundukan kita atas kehendakNya dan kemauan kita untuk menerima apa yang akan Dia berikan, karena Dialah yang tahu apa yang kita butuhkan.

“…., karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Matius 6: 8b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s