Penampilan yang disukai Tuhan

“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” 1 Petrus 3: 3-4

Dalam bahasa Inggris ada dua pepatah yang sangat terkenal mengenai penampilan atau kecantikan seseorang. Beauty is in the eye of the beholder artinya kecantikan tergantung pada orang yang melihat, dan beauty is skin deep yang artinya kecantikan hanya terlihat dari luarnya.

Memang soal kecantikan atau ketampanan itu tiap orang mempunyai selera atau pandangan sendiri-sendiri. Ada yang senang berpakaian atau berhias secara sederhana, tetapi ada juga yang menyenangi sesuatu yang mencolok mata.

Di zaman ini, kita bisa memperoleh apapun yang bisa dipakai agar kita bisa dikagumi oleh orang (tertentu) di sekeliling kita. Toko perhiasan dan pakaian ada dimana-mana selalu sibuk melayani para pelanggan. Tambahan lagi, banyaknya salon kecantikan dan kesehatan di kota besar mempermudah orang untuk berhias dan memperbaiki penampilan, baik secara sementara atau permanen. Selain itu berbagai gym dan toko makanan penyehat pun bermunculan, semuanya menawarkan kemungkinan awet muda dan penampilan prima selama mungkin.

Walau bagaimana pun manusia berusaha untuk mempertahankan penampilan mereka, mereka seharusnya tahu bahwa usia dan keadaan tubuh akhirnya dapat menunjukkan siapa sebenarnya mereka itu. Manusia adalah mahluk fana yang diciptakan dari debu dan akhirnya akan kembali menjadi debu (Pengkhotbah 3: 20). Apa yang dulunya terlihat indah dan kuat akan berubah menjadi tua dan ringkih dengan bertambahnya usia. Kalau begitu, perlukah kita mempedulikan penampilan tubuh kita?

Sekalipun apa yang ada di dunia dan penampilan manusia adalah tidak kekal, semua orang beriman wajib untuk memeliharanya. Itu karena kita adalah mahluk yang diciptakan Tuhan menurut peta dan teladanNya. Kita harus menghargai tubuh kita yang adalah rumah Allah. Kita harus memelihara kesucian dan kesehatan tubuh kita karena itu adalah milik Tuhan. Penampilan kita harus bisa membuat nama Tuhan dipermuliakan, dan bukan untuk kebanggaan diri sendiri.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembah-kan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12: 1

Bagaimana kita harus memelihara tubuh kita dan menjaga penampilan kita? Sampai dimana kita harus berusaha? Ayat diatas mulanya ditujukan kepada kaum wanita, tetapi mempunyai pesan yang sama kepada semua orang. Pagi ini kita disadarkan bahwa sebagai anak Tuhan, penampilan jasmani adalah tidak berarti jika dibandingkan dengan penampilan batiniah yang kekal yaitu roh yang lemah lembut dan tenteram, roh yang takut akan Tuhan, yang sangat berharga di mata Allah.

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.” Amsal 31: 30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s