Bersiaplah seperti Yesus

“Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” Matius 27: 50

Satu hal yang kurang disukai orang adalah membicarakan soal mati dan kematian. Padahal itu adalah bagian dari siklus kehidupan manusia, baik mereka yang masih muda maupun yang sudah berumur. Adalah kenyataan bahwa manusia tidak bisa menghindari kematian; semua manusia yang lahir, akhirnya mati. Sebagian orang bisa melihat saatnya mendatangi, tetapi ada juga yang mengalaminya secara tidak terduga.

Pada akhirnya, semua orang sama posisinya, dari debu akan kembali menjadi debu. Walaupun demikian, mengapa orang begitu segan dan bahkan takut untuk memikirkan kematian? Mengapa orang lebih suka membicarakan hal-hal yang lain, sekalipun hal-hal yang tidak berguna atau bermakna, daripada soal kematian? Mengapa orang mau mempersiapkan diri untuk karir, bisnis, perjalanan, keluarga dan sebagainya, tetapi jarang mau memikirkan persiapan akhir hidup selagi masih bisa?

Dalam hidupNya, Yesus sejak mulanya sudah menyadari bahwa Ia akan mengalami kematian di kayu salib. Bahkan dari kitab Taurat yang dibacaNya, Ia mengerti tentang apa yang sudah direncanakan Allah Bapa, dan tentang kabar baik yang sudah disampaikan Allah kepada manusia. Karena itu, Ia mempersiapkan dan menjalani hidupNya untuk menggenapi keputusan Allah agar bisa menyelamatkan manusia. Pada akhir hidupNya, Yesus menyerahkan nyawaNya dengan jeritan “Sudahlah genap”. TugasNya sudah direncanakan dan diselesaikan dengan baik. Tetelestai, lunas, harga tebusan sudah dibayar penuh.

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yohanes 19: 30

Jika Yesus bisa menghadapi perjuangan hidupNya dan bahkan kematian dengan kemantapan dan keberanian, itu bukanlah sekedar “sandiwara” Tuhan. Adalah keliru kalau kita membayangkan bahwa hidup dan kematianNya mudah dijalani karena Yesus itu Anak Allah. Yesus hidup, bekerja, berjuang dan mati sebagai manusia seperti kita juga. Jika demikian, mengapa Yesus begitu tegar kendati menghadapi penderitaan dan kematian? Dapatkah kita meniru Yesus untuk mempersiapkan diri kita guna menghadapi hal yang serupa?

  1. Yesus tahu bahwa Ia hidup di dunia dengan tujuan tertentu. Ia mengerti bahwa hidup di dunia adalah singkat tetapi harus dijalani dengan baik sampai selesai. Yesus mengajarkan bahwa hidup manusia adalah untuk kemuliaan Allah Bapa dan kebaikan umat manusia.
  2. Yesus mengerti bahwa Allah Bapa berkuasa atas segala sesuatu. Ialah yang mempunyai rencana agung untuk seluruh umat manusia dan berkuasa atas seisi alam semesta. Yesus menyerahkan seluruh hidupNya kepada kehendak Allah Bapa.
  3. Yesus sadar bahwa umur manusia ditentukan Tuhan. Yesus sendiri dalam hidupNya pasti pernah menyaksikan bagaimana orang-orang disekitarnya mengalami sakit dan kematian. Ia bahkan menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Yesus membuktikan bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas hidup dan mati manusia.
  4. Yesus tahu bahwa Ia akan menderita sebelum mati disalibkan. Tetapi Ia tahu bahwa kematianNya adalah untuk memenuhi rencana Allah Bapa dan Allah Bapa selalu ada bersamaNya. Ia mengajarkan bahwa apapun yang terjadi, Allah Bapa tetap menyertai kita.
  5. Yesus tahu bahwa kematian bukan berarti kekalahan, tetapi justru membawa kemenangan. Mati bukan akhir tetapi permulaan hidup dengan kemuliaan. Yesus sudah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Yesus mengatakan bahwa pada saatnya, kita akan bersama Dia di rumah Bapa.

Pagi ini kita diingatkan bahwa seperti Yesus, kita harus bisa sepenuhnya mempersiapkan diri untuk masa depan. Kita harus bisa menggunakan hidup kita sekarang ini untuk hal-hal yang berguna untuk Tuhan dan manusia. Kita harus mempercayakan hidup kita kepada rencana Tuhan yang berkuasa atas segalanya. Apapun yang terjadi di masa lalu, sekarang, atau di masa depan, seharusnya kita serahkan kepadaNya. Kita bisa melakukan hal-hal ini dengan keyakinan bahwa masa depan kita sudah terjamin karena pengurbanan Kristus di kayu salib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s