Mengapa tanya mengapa?

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55:8-9

Seingat saya, sewaktu anak-anak saya masih di sekolah dasar, pertanyaan mereka yang paling sulit dijawab adalah “mengapa”. Setiap kali pertanyaan mereka dijawab, pertanyaan “mengapa” yang baru akan muncul, sehingga saya harus terus mencari jawabannya. Pada akhirnya, mereka akan diam setelah saya menjawabnya dengan kata “sebab” tanpa menerangkan sebabnya. Pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dengan “why?” biasanya berakhir dengan satu jawaban saja: “because”. Titik. Mereka berhenti bertanya karena mereka tahu bahwa saya tidak bersedia menjawabnya atau jawabannya terlalu sulit untuk mereka mengerti.

Seperti itulah juga, dalam hidup ini orang sering bertanya kepada Tuhan, mengapa suatu hal terjadi. Biasanya, orang bertanya sedemikian jika ada hal yang kurang baik yang terjadi dalam hidup mereka atau orang-orang terdekat. Mungkin jarang orang yang mempertanyakan mengapa sesuatu yang baik bisa terjadi atas diri mereka.

Ada beberapa hal yang menyebabkan manusia mempertanyakan mengapa sesuatu terjadi diluar dugaan mereka. Antara lain,

  1. Manusia merasa bahwa semua hal harus bisa dijelaskan dengan akal budi.
  2. Orang sering merasa bahwa apa yang terjadi tidak sesuai dengan hukum keadilan.
  3. Manusia sering bertanya mengapa hal yang jelek terjadi dalam hidup orang yang baik.
  4. Orang sering kuatir apa yang akan terjadi di masa depan dengan munculnya suatu hal yang kurang baik.
  5. Orang merasa tidak berdaya karena hal-hal buruk yang datang silih berganti.
  6. Manusia sering merasa terpukul karena seolah tidak ada yang bisa menolong mereka.
  7. Banyak yang merasa bahwa persoalan yang mereka hadapi adalah sangat berat, lebih dari sepantasnya.

Pada akhirnya, pertanyaan semacam diatas akan membawa manusia dalam kegundahan dan kepahitan, karena mereka akan merasakan bahwa mereka adalah mahluk yang kecil, yang tidak berdaya.

Sebagian yang percaya kepada suatu kuasa ilahi yang mengatur alam semesta, bisa jatuh dalam pandangan fatalisme, bahwa manusia adalah semata-mata bulan-bulanan Tuhan yang otoriter, yang tidak bisa dibantah. Keputusan Tuhan tidak bisa dipertanyakan dan Ia berbuat sesuatu hanya untuk kenikmatanNya sendiri.

Bagi mereka yang tidak percaya akan adanya kuasa Ilahi, hidup manusia adalah seperti bagian ilmu statistik dengan percobaan acaknya. Seperti apa yang terjadi jika sebuah dadu dilemparkan keatas sebuah meja, nasib baik atau buruk akan terjadi secara random. Lebih dari itu, statistik juga mengajarkan bahwa apa saja yang sudah lama berada dalam keadaan baik, lebih cenderung untuk berubah menjadi buruk. A twist of fate, perubahan nasib bisa terjadi seperti naik turunnya sebuah kurva.

Apa yang ditulis dalam ayat di atas memang menunjukkan bahwa Tuhanlah yang memiliki semua rencana dan rancangan untuk manusia dan alam semesta. Jelas bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi dalam hidup kita yang hanya karena faktor kebetulan atau acak. Lebih dari itu, dengan kepandaian kita, kita tetap tidak dapat mengerti atau meramalkan apa yang akan terjadi dalam hidup ini. Jika demikian, bolehkan kita bertanya mengapa sesuatu harus terjadi dalam hidup kita? Tentu saja boleh! Hanya saja, kita harus bisa menerima dengan hati yang lapang bahwa Tuhan akan selalu menjawab kita dengan jawaban yang sama: Sebab semua hal, baik dan buruk, akan menjadi kebaikan untuk semua umat Tuhan.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s