Kehabisan bensin?

“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya”. Yesaya 40: 29

Satu pemandangan yang menarik di Indonesia adalah adanya kios-kios bensin eceran pinggir jalan yang masih sering dijumpai, terutama di jalan-jalan pedesaan. Karena jarangnya pompa bensin resmi di daerah itu, penjual bensin liar pun bermunculan. Mereka yang menjual bensin sedemikian sebenarnya melawan hukum karena tidak memenuhi persyaratan keamanan penyimpanan dan kemurnian produk. Walaupun demikian, masyarakat dan petugas hukum tidak melarang mereka berjualan bensin.

Mengapa orang mau membeli bensin di kios liar sekalipun tahu bahwa kualitasnya meragukan? Mengapa orang mau membeli bensin di tempat yang mengabaikan resiko kebakaran? Jawabnya mungkin ada dua: terpaksa atau mau gampangnya. Memang bagi pengendara motor yang kehabisan bensin, adanya kios liar itu sangat bermanfaat. Jika tidak ada, mereka mungkin harus berjalan jauh sambil menuntun motornya untuk mencari bensin. Juga, penduduk desa yang hanya mengendarai motor di sekitar desa mereka, agaknya segan untuk pergi jauh sekedar untuk membeli bensin dari penjual resmi.

Cara hidup kita mungkin juga mirip seperti pengendara motor itu. Seringkali kita dalam menghadapi perjuangan hidup merasa bahwa kita “kehabisan bensin”. Dengan kesulitan yang ada, serasa tubuh dan pikiran kita menjadi lelah dan kurang mampu untuk bekerja. Sumber tenaga jasmani dan rohani agaknya sudah hilang, dan mesin kehidupan kita menjadi tersendat- sendat jalannya.

Seperti pengendara motor itu, sebenarnya kita tidak perlu kehabisan bensin jika kita tahu berapa banyak bensin yang masih ada dan dimana kita bisa menemukan penjual bensin resmi. Jika dalam perjalanan hidup kita mawas diri dan mempersiapkan diri kita dengan baik, kemungkinan untuk kehabisan semangat di tengah jalan akan bisa diperkecil. Tahu akan batas kemampuan kita dan tahu dari mana kita dapat memperoleh pertolongan adalah sangat penting dalam hidup ini.

Kemalasan dan ketidak-acuhan adalah faktor lain yang membuat kita untuk mengambil cara yang termudah guna mendapatkan tenaga tambahan untuk menghadapi tantangan hidup. Seperti mereka yang tidak mempedulikan kualitas bensin yang mereka beli, banyak orang yang sekedar memilih jalan pintas untuk membeli tambahan gairah hidup baik berupa makanan, pakaian, uang, obat-obatan, kenikmatan, olahraga, kesibukan keluarga dan bahkan kegiatan gereja sebagai sumber semangat alternatif. Mereka tidak sadar bahwa apa yang tidak murni, yang oplosan, justru dapat menghancurkan mesin kehidupan mereka.

Ayat diatas mengatakan bahwa Tuhanlah yang bisa memberi kekuatan kepada mereka yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Hanya Tuhan yang tahu apa yang benar-benar kita butuhkan dalam hidup kita. Hanya Dia yang bisa memberi apa yang benar-benar berguna untuk menguatkan jasmani dan rohani kita. Dialah yang sanggup memberi kebijaksanaan agar kita bisa mengatur hidup kita dengan baik dan menjalaninya dengan ketabahan dan rasa cukup dalam setiap keadaan. Biarlah kita mau menjumpai Dia setiap saat untuk memperoleh kekuatan dan penghiburan yang murni!

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Yesaya 41: 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s