Kefanaan adalah keberuntungan

“Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!” Mazmur 39: 4

Bagi banyak orang, kenyataan bahwa pada suatu saat mereka harus meninggalkan dunia ini adalah suatu hal yang menakutkan, yang tidak perlu dipikirkan. Walaupun demikian, kesadaran bahwa hal itu bisa terjadi lebih awal dari apa yang mereka harapkan membuat sebagian orang sibuk dengan diet, olahraga, vitamin, dan lain-lain. Perbuatan yang sia-sia menurut iman Kristen, karena seorang pun tidak dapat memperpanjang hidupnya dengan sehasta saja (Matius 6: 27). Walaupun demikian, adalah kewajiban untuk setiap orang Kristen untuk memelihara tubuhnya selama masih hidup karena tubuh adalah milik Allah (1 Korintus 6: 19).

Pemazmur diatas seolah memohon Allah untuk membuka rahasia umurnya, agar ia tahu kapan ia akan mati. Kalau permohonan itu memang demikian, itu adalah perbuatan yang sia-sia karena tak ada seorang pun yang tahu waktunya (Pengkhotbah 9: 12). Karena itu, ayat diatas sebenarnya adalah pengakuan akan ketidaktahuan manusia akan masa depannya dan kesadaran akan kefanaannya; bahwa manusia akan mati pada saat yang tidak diketahuinya. Sungguh menyedihkan kedengarannya.

Memang kefanaan manusia adalah akibat dosa. Seandainya manusia tidak jatuh ke dalam dosa, kutuk Allah tidak bakal ada. Manusia akan hidup bahagia bersama Sang Pencipta selamanya. Walaupun demikian, karena Allah itu Mahakasih, mereka yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal setelah hidup di dunia ini berakhir. Kefanaan membuka pintu menuju kekekalan.

Kefanaan memberi kesadaran bahwa manusia tidak hidup untuk selamanya di dunia ini, tetapi apa yang kekal akan datang sesudahnya. Mereka yang sadar bahwa hidup di dunia ini sangat singkat jika dibandingkan dengan apa yang akan datang, seharusnya memikirkan apa yang terbaik untuk jangka panjang. Walaupun begitu, banyak orang yang justru berusaha untuk menikmati hidup yang fana ini saja, dan tidak mau memikirkan apa yang datang.

Kefanaan manusia bisa membawa manusia kepada hidup yang benar, yaitu hidup yang berfokus pada kekekalan hidup masa depan. Tetapi kefanaan bagi sebagian orang membuat mereka lupa bahwa jika mereka hanya hidup untuk masa kini, mereka akan hidup terpisah dari Tuhan untuk selamanya di masa depan. Kefanaan memang bisa berakhir dengan kebahagiaan yang kekal atau penderitaan yang kekal. Itu adalah pilihan pribadi tiap orang, tetapi bagi mereka yang hidup dalam Kristus kefanaan jelas adalah keuntungan!

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Filipi 1: 21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s