Mengapa aku ada?

“…semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” Yesaya 43: 7

Pernahkah anda memikirkan mengapa anda ada di dunia ini? Mengapa anda dilahirkan pada saat tertentu dan dalam lingkungan keluarga tertentu? Dan mengapa pula anda harus mengalami kejadian-kejadian tertentu dalam hidup ini? Bagaimana pula dengan mereka yang dilahirkan dalam keadaan yang kurang menyenangkan dan harus hidup dan bahkan mati dalam penderitaan?

Bagi mereka yang selalu berada dalam keadaan nyaman adalah mudah untuk berkata bahwa Tuhan yang Mahakasih tidak berubah dari dulu, sekarang dan selamanya. Tetapi bagi mereka yang mengalami banyak masalah dan penderitaan, sering ada pertanyaan apa maksud Tuhan dengan membiarkan semuanya.

Adalah mudah bagi mereka yang hidup dalam kelimpahan dan kesuksesan untuk berkata bahwa Tuhan memberkati hidup mereka. Juga mungkin mudah bagi mereka yang hidup dalam kesulitan untuk berkata bahwa segalanya sudah ditentukan Tuhan. Tetapi bagi mereka yang masih mau bergulat dalam perjuangan, pertanyaan “mengapa ini harus dihadapi” tetaplah terngiang-ngiang.

Mengapa Tuhan menciptakan kita dalam keadaan kita? Ayat diatas jelas menunjukkan bahwa manusia diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, nama Tuhan harus kita junjung tinggi. Dialah Sang Pencipta, Dialah yang Mahakuasa.

Mungkin pikiran kita bertanya, mengapa Tuhan harus kita permuliakan kalau hidup kita selalu penuh dengan tantangan. Apalagi, karena dunia yang penuh dosa hidup seringkali menjadi sangat berat. Mengapa Sang Pencipta tidak menciptakan hidup yang penuh kemudahan bagi anak-anakNya?

Tuhan menciptakan manusia dalam satu hari tetapi bukannya memberkati mereka untuk hidup pada hari itu saja. Tuhan menciptakan manusia untuk hari-hari yang akan datang. Hari-hari yang diisi dengan doa, kerja, iman dan pengharapan. Walaupun begitu, jika hidup hari ini tidak seperti yang kita harapkan, kita harus sadar bahwa itu adalah sebagian kecil dari rencana Tuhan untuk kita dan orang di sekitar kita.

Adalah keliru jika kita hanya memusatkan pikiran kita pada apa yang terjadi dan apa yang kita butuhkan hari ini saja. Kita tidak hidup untuk hari ini saja. Manusia diciptakan Tuhan untuk bisa memuliakanNya dalam setiap keadaan, sekarang dan selamanya. Karena itulah pada hari ini kita harus bisa merasa cukup dalam setiap keadaan dan tetap berdoa, bekerja, berharap dan beriman untuk masa depan. Tuhan yang menghendaki kita hidup untuk memuliakanNya adalah Tuhan yang memungkinkan semua yang kita alami untuk kebaikan kita dan orang lain, agar namaNya dapat dipermuliakan.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s