Aku ingin sukses juga

“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” Yakobus 4: 10

Di dunia saat ini, manusia berlomba-lomba untuk mencapai kesuksesan. Keberhasilan manusia umumnya diukur dengan kekayaan, kepandaian, kemasyhuran dan hal-hal serupa. Dari kecil kebanyakan orang tua mengajarkan bahwa hal-hal diatas bisa dicapai anak-anak mereka jika mereka rajin belajar dan mau bekerja keras. Berbagai contoh dan teori ada dalam berbagai media, dan bahkan dikhotbahkan di gereja, tentang bagaimana kita dapat mencapai kesuksesan dalam hidup kita melalui keberanian dan keuletan kita,

Sukses menurut ukuran dunia adalah hal-hal yang menyenangkan dan memberi kepuasan kepada diri kita. Sukses jugalah yang seolah menentukan harga diri kita di hadapan masyarakat. Sukses mungkin juga membuat kita yang Kristen merasa beruntung bahwa Tuhan lebih mengasihi kita daripada orang lain, seperti Tuhan mengasihi Abraham, Daud dan Salomo, atau orang-orang Kristen ternama dari zaman modern.

Adalah kenyataan hidup bahwa kita lebih banyak mendengar tentang cara bagaimana kita bisa mencapai kesuksesan dan kebahagiaan menurut ukuran manusia, daripada mempelajari apa kata Alkitab tentang hal itu. Alkitab dalam berbagai ayat, selalu menekankan bahwa kesuksesan dan kebahagiaan akan kita capai melalui kehidupan dalam iman kepada Tuhan.

“Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju. 1 Raja-Raja 2: 3

Apabila kita mengikuti berbagai ceramah umum tentang cara mencapai kesuksesan, selalu yang kita dengar adalah soal percaya diri dan kerja keras untuk mencapai cita-cita kita. Di gereja pun didengungkan nasihat bahwa kita harus mempunyai percaya diri untuk mendekati Tuhan dan berdoa dengan giat agar Tuhan memberkati kita dengan kesuksesan. Kesuksesan itu sendiri jarang dijelaskan apa artinya, padahal kesuksesan di mata Tuhan sangat berbeda dengan apa yang bisa dilihat manusia. Kesuksesan menurut Tuhan adalah kehidupan dalam iman kepadaNya, dan bukan harta duniawi seperti uang, kepandaian dan kemasyhuran, yang justru bisa menjauhkan kita dari Tuhan.

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Matius 6: 21

Memang dalam hidup di dunia, setiap manusia membutuhkan uang dan kepandaian. Mereka yang bekerja keras akan mendapat hasil yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Tetapi, jika dunia mengajarkan bahwa keserakahan itu bagus, greed is good, Tuhan menghendaki kita mempunyai rasa cukup dalam hidup kita; sebab dengan rasa cukup kita akan bisa merasakan kesuksesan kita dalam hidup ini. Sebaliknya, mereka yang berhasil menurut ukuran dunia seringkali merasa gagal karena tidak adanya rasa cukup.

“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” 1 Timotius 6: 6

Pada saat Yesus akan disalibkan, ia memasuki kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai. Ia yang Anak Allah, merendahkan diriNya sebagai manusia biasa, rakyat jelata. Jika kita berada bersama orang-orang yang mengelu-elukanNya, mungkin kita bisa merasakan perbedaan antara Yesus dan tokoh-tokoh yang ada. Yesus datang dengan kerendahan hati dan bukan kesombongan. Ia datang ke dunia dan bahkan disalibkan untuk menggenapi kehendak Allah Bapa.

Seperti kesuksesan Yesus berasal dari ketaatanNya kepada Allah Bapa, kesuksesan hidup kita akan terasa dalam ketaatan kita kepada firmanNya dan dalam kerendahan hati kita kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s