Makan untuk hidup atau hidup untuk makan?

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Matius 4: 4

Makan untuk hidup atau hidup untuk makan? Pertanyaan ini mungkin sering kita dengar sehubungan dengan banyaknya promosi makanan di berbagai media. Memang di seluruh dunia makanan khas lokal dipopulerkan untuk menarik pembeli, baik penduduk setempat ataupun turis. Tur kuliner yang sering diadakan dan istilah gastronomi yang menjadi populer menunjukkan bahwa di zaman ini makan bukan sekedar makan, dan makanan bukan sekedar makanan.

Ada banyak orang yang karena faktor ekonomi atau kesehatan, tidak bisa lagi makan semaunya. Untuk mereka, makan mungkin hanya sekedar untuk survive, untuk bisa hidup. Sebaliknya, bagi mereka yang berada dalam keadaan yang memungkinkan, makan bagi mereka bukan hanya untuk hidup, tetapi adanya hidup bisa juga dipakai untuk menikmati makanan. Mereka harus bersyukur karena mereka masih punya kesempatan untuk merasakan berkat Tuhan.

Bagi kita yang percaya kepada Tuhan, sebenarnya makanan itu tidak hanya berbentuk makanan jasmani saja. Karena tubuh yang terdiri dari jasmani dan rohani, kita juga harus mencukupi kebutuhan tubuh dengan makanan jasmani dan rohani. Makan untuk hidup, tetapi sayang ada banyak orang yang sakit atau mati rohaninya karena kurang makan atau tidak mengonsumsi makanan rohani yang baik.

Sebagai orang percaya, kita yakin bahwa firmanNya adalah perlu agar kita bisa hidup di dunia ini. Tetapi, kita harus awas akan adanya banyak orang Kristen yang hidup untuk menikmati makanan rohani yang lagi populer, spektakuler dan enak didengar, tetapi mengandung sesuatu yang dapat merusak iman mereka. Makanan rohani yang tidak sehat biasanya membuat kita menjauhi Tuhan, tetapi makin terikat pada lingkungan atau orang tertentu.

Pagi ini kita belajar bahwa kita makan untuk hidup dan juga hidup untuk makan. Kita makan untuk hidup, tetapi bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap Firman. Lebih dari itu, kita harus sadar bahwa hidup kita juga untuk makan, dalam arti menggunakan hidup kita untuk mendengar dan melaksanakan Firman dengan benar serta memuliakan namaNya.

“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” 1 Korintus 10: 31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s