Berpihak kepada siapa?

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” Matius 12: 30

Di negara bagian Queensland dimana saya tinggal, Sabtu ini adalah hari pemilu. Pemilihan umum untuk memilih wakil-wakil rakyat dalam parlemen Queensland. Pemilihan umum memang hal yang jamak di Australia, karena pemerintah negara bagian maupun federal bisa mengadakan pemilu kapan saja, selagi kesempatan untuk menang cukup besar. Tidak heran jika banyak orang yang bosan ikut pemilu. Tetapi, karena orang yang sengaja tidak ikut pemilu akan didenda, kebanyakan orang ikut pemilu baik secara langsung atau lewat pos.

Di Indonesia, mereka yang tidak ikut pemilu atau tidak memilih siapapun dalam suatu pemilu dinamakan “golput”. Golput (golongan putih) adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap praktik politik dari orang-orang yang kecewa terhadap penyelenggaraan negara dengan cara tidak memilih partai atau legislator (dalam pemilu legislatif) atau Presiden (dalam pemilu Presiden).

Golput sebenarnya bukan hanya ada di Indonesia. Di luar negeri, mereka yang bertekad untuk abstain dalam proses pemilihan bisa saja mengembalikan formulir pemilu tanpa memilih satu calonpun. Mereka yang tidak menyenangi partai-partai atau calon-calon yang sudah berpengalaman, mungkin saja secara ngawur memilih partai “kremi” atau calon yang kurang dikenal sebagai tanda protes.

Dalam kehidupan rohani, golongan putih juga ada. Mereka yang karena tidak mau ikut-ikutan atau tidak bisa mengambil keputusan, memilih untuk tidak aktif dalam kehidupan beragama. Ada pula yang tidak bisa memilih apa yang mereka imani, karena mereka tidak percaya bahwa hanya ada satu pemenang dalam sebuah pemilu. Ada juga yang karena pernah dikecewakan oleh beberapa orang, memilih untuk tidak pilih-pilih karena tidak ada yang bisa dipilih. Ada pula yang tidak mau memilih karena percaya bahwa semua aliran kepercayaan hanya ciptaan manusia.

Dalam agama Kristen pun ada pengikut-pengikut golput. Mereka yang memakai kaos oblong berlambang salib, tetapi hanya duduk diam di pinggir jalan ditengah-tengah kesibukan umat Kristen yang lain. Mereka yang hanya berdiam diri tatkala orang lain berseru “dalam nama Yesus!” atau “hanya melalui Kristus!”. Mereka yang berpikir bahwa hidup adalah terlalu singkat untuk memikirkan doa, kebenaran firman Tuhan dan melaksanakan perintah Yesus, Pemimpin yang benar. Mereka yang merasa hidup sudah aman dan nyaman tanpa menuruti perintah Tuhan.

Pagi ini kita mendengar apa yang diucapkan Pemimpin kita, Tuhan Yesus Kristus, bahwa siapa yang tidak benar-benar menjadi prajuritNya adalah musuh-musuhNya. Tidak ada perkataan yang lebih keras dari itu: mereka yang golput, yang cuma ikut-ikutan, yang tidak mau ikut berperang melawan kuasa dan pengaruh iblis, bukanlah pengikutNya.

Dalam peperangan apapun dan dimanapun, seorang prajurit harus berpihak. Seorang prajurit harus memakai semua senjata yang ada. Seorang prajurit tidak bisa hanya menonton dari jauh ketika yang lain maju bertempur. Seorang prajurit tidak boleh menjadi seperti anggota golput yang tidak dapat atau mau mengambil keputusan. Seperti itu jugalah, iman Kristen kita tidak bisa hanya iman yang kosong yang tidak disertai hidup yang diisi dengan perbuatan-perbuatan yang nyata untuk mendukung perintah Tuhan kita. Yesus tidak dapat menerima orang-orang yang sedemikian.

“Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Wahyu 3: 16

3 pemikiran pada “Berpihak kepada siapa?

  1. Kurang pas kalau dibilang golput itu disamakan dgn suam2 kuku ikut Tuhan. Kalau calon pemimpin yg mencalonkan diri tdk ada yg betul2 sesuai dgn hati bagaimana? Politik bermain dibalik layar.. apakah kita harus tetap memilih kalau sudah tau pemimpin itu lalim?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s