Kepada siapa kita beriman?

“Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” 2 Tim 1: 12

Sebuah kisah yang mungkin sering diceritakan adalah tentang seorang pemain akrobat yang menyeberangi jeram Niagara diatas sebuah kabel. Banyak penonton yang menyaksikan orang itu dengan perlahan-lahan meniti kabel baja yang terbentang diatas jeram itu merasa berdebar-debar karena jika ia jatuh, niscaya ia akan tewas.

Ketika pemain akrobat itu berhasil meniti kabel dan sampai ke seberang, semua penonton bersorak dan bertepuk tangan. Memang dia hebat, begitulah semua orang berpikir. Tetapi, ketika pemain akrobat itu bertanya apakah ada yang berani menyeberangi jeram itu bersama dia, tidak ada seorangpun yang berani atau mau. “Saya jamin akan menggendong anda dengan selamat ke seberang”, begitulah ia berusaha meyakinkan mereka. Tetapi, tidak ada seorangpun yang mempercayai pemain akrobat ini. Mereka tahu bahwa ia adalah pemain akrobat jempolan, tetapi pengetahuan itu tidak cukup untuk membuat mereka mempercayakan hidup mereka kepadanya.

Seperti mereka yang menonton pertunjukan akrobat spektakuler itulah manusia yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melihat kebesaran Tuhan dalam hidup ini. Lebih dari itu, di zaman modern ini manusia mempunyai kesempatan untuk mendengar kabar baik tentang Yesus yang turun ke dunia melalui berbagai media.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” Mazmur 19: 1

Manusia mungkin bisa melihat atau merasa bahwa ada kuasa besar yang mengatur seisi semesta alam. Manusia mungkin sudah mendengar nama Yesus Juruselamat.Tetapi, seperti para penonton pemain akrobat itu, manusia sering tidak mau mempercayakan hidup mereka kedalam tangan Tuhan.

Hari ini kita diingatkan bahwa jika kita tahu bahwa Tuhan itu ada, pengetahuan itu tidak akan membawa keuntungan apapun untuk hidup kita jika kita tidak mempunyai iman kepadaNya. Kita harus menyadari bahwa jika kita sudah diperkenalkan kepada adanya Allah yang mengirimkan Anak tunggalNya untuk menebus dosa umat manusia, itu adalah sesuatu yang dimungkinkan oleh karunia Tuhan semata. Tetapi, Tuhan melalui Roh Kudus juga mau mengubah hidup kita agar kita mempunyai iman yang teguh kepadaNya.

Saat ini, jika kita melihat bahwa tantangan hidup kita adalah sesuatu yang tidak dapat kita hadapi seorang diri, biarlah kita ingat bahwa kita sudah menyaksikan bahwa Yesus sudah datang ke dunia dan mengalahkan maut. Itu adalah kenyataan yang bisa kita percayai. Walaupun demikian, pertanyaannya apakah kita mau beriman kepadaNya. Beriman berarti bukan saja tahu kepada siapa kita percaya, tetapi yakin bahwa Dia berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakan-Nya kepada kita sampai akhir hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s