Jangan kecewa ya?

“Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Matius 11: 5

Baru saja di negara bagian Queensland, Australia, diadakan pemilihan umum untuk memilih para pemimpin daerah. Pemilihan umum di Australia seringkali sulit diterka hasilnya karena pendapat masyarakat bisa berubah dengan cepat pada saat-saat menjelang hari pemilu. Mereka yang kecewa dengan calon-calon atau partai tertentu seringkali berubah pikiran dan memilih calon alternatif, sekalipun mereka kurang mengenalnya. Karena itu hasil yang mengejutkan bisa dan sering terjadi.

Dalam kitab Matius 11 diatas dikatakan bahwa murid-murid Yohanes datang kepada Yesus dan bertanya apakah Yesus adalah Mesias yang sudah dinanti-nantikan. Mungkin mereka merasa tidak yakin bahwa Yesus yang sederhana itu adalah Juruselamat manusia. Mereka mungkin merasa kecewa bahwa Yesus tidaklah seperti yang dibayangkan. Mungkin juga mereka mulai memikirkan jalan alternatif lain untuk mencapai keselamatan.

Dalam kehidupan rohani, kita pun bisa dan mungkin pernah mengalami kekecewaan. Kekecewaan mungkin timbul karena adanya pemimpin-pemimpin gereja yang kurang baik kelakuan atau sifatnya, mungkin juga karena orang-orang yang mengaku beriman tetapi kacau hidupnya, atau karena melihat adanya alternatif yang lebih baik di luar lingkungan yang sekarang. Bahkan ada pula orang yang karena adanya berbagai masalah, merasa kecewa dengan Tuhan yang mereka kenal selama ini, sehingga mereka memutuskan untuk mencari alternatif, Tuhan yang lain.

Bagi orang Kristen, memang pengaruh iblis itu ada dimana-mana. Iblis dari awalnya sangat pandai berkampanye untuk bisa memenangkan “pemilihan umum” di dunia. Dengan berbagai cara yang halus maupun yang kasar, dari bujukan yang sederhana sampai ke teologi yang tangguh, iblis berusaha memenangkan pilihan hidup manusia.

Iblis juga pandai menggunakan berbagai “hadiah” untuk memikat calon pengikutnya, seperti kekayaan, kepandaian, dan kesuksesan. Lebih dari itu, iblis juga bisa membuat kekacauan dan penderitaan dalam hidup manusia seperti yang dialami oleh Ayub, dengan harapan agar manusia kecewa kepada Tuhan dan meninggalkan imannya.

Di zaman ini, pengaruh iblis yang paling besar terhadap hidup umat Kristen adalah dalam menciptakan suasana hidup yang membuat mereka lengah karena merasa Tuhan yang sudah memilih mereka dan karena itu mereka dapat hidup berleha-leha. Tuhan menjadi sebuah konsep abstrak yang indah yang tidak perlu dimengerti. Karena itu jugalah orang Kristen sering menerima konsep-konsep sosial, tradisi dan budaya serta alternatif lain yang lebih praktis sekalipun bertentangan dengan firman Tuhan.

Pagi ini kita harus menyadari bahwa dalam hidup kita di dunia, kita selalu menghadapi pilihan antara iblis dan Tuhan. Antara janji-janji iblis dan janji-janji Tuhan, antara hidup “merdeka semau kita” atau “mati bersama Kristus”. Semoga kita tetap bisa bertahan dengan iman dalam Yesus, sehingga seperti Yesus sudah bangkit, kita pun akan bangkit dan hidup bersamaNya.

“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Matius 24: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s