Ada kemungkinan bahwa kita belum yakin

“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.” Roma 3: 28

Pagi ini ketika pesawat Air Canada yang saya tumpangi dari Brisbane mendarat di airport Vancouver, Canada, cuaca mendung dan suhu sekitar 3 derajat Celcius. Namun, lapangan terbang internasional yang cukup besar itu terlihat sibuk, penuh dengan para pelancong yang hilir mudik menuju ke tempat tujuan masing-masing. Memang kota Vancouver adalah kota kosmopolitan yang diminati pelancong mancanegara. Kota terbesar nomer tiga di Canada dengan penduduk sekitar 2 juta ini sebanding dengan kota Brisbane yang juga di peringkat tiga Australia.

Melihat begitu banyak pelancong yang berada di satu tempat untuk sesaat, tetapi kemudian berpisah untuk pergi ke tempat-tempat yang berlainan, muncullah beberapa pertanyaan dalam pikiran saya: dari mana mereka datang, kemanakah mereka pergi dan mungkinkah mereka bertemu lagi di masa mendatang? Untuk sesaat ada rasa sedih yang muncul dalam hati saya …manusia yang jumlahnya begitu banyak hanyalah seperti awan berlalu saja…

Teringat saya bahwa Tuhan menciptakan berbagai bangsa dengan berbagai adat dan bahasa, tetapi menempatkan mereka semuanya dalam satu dunia. Tetapi tiap orang mempunyai tujuan dan cara hidup yang berbeda di dunia ini, dan karena itu tidak semua orang mau memikirkan kemana mereka akan pergi setelah menyelesaikan hidup mereka di dunia.

Memang kebanyakan manusia setidaknya bisa merasakan tentang suatu kuasa yang dibalik alam semesta, dan tentang adanya kemungkinan kehidupan yang lain sesudah berakhirnya hidup mereka di dunia. Karena itu, umat manusia dari zaman dulu selalu berusaha mencari tuhannya dengan berbagai cara. Sekalipun mereka tidak pasti akan masa depan mereka, mereka berharap akan adanya kemungkinan untuk mendapat kekekalan hidup, kemungkinan untuk menuju ke tempat yang sama, dan kemungkinan untuk bertemu lagi dengan orang-orang yang pernah dijumpai sebelumnya. Karena itu, sampai sekarang banyak aliran agama dan filsafat yang mengajarkan bahwa keselamatan bisa dicapai, dan dosa bisa ditebus, dengan hidup baik dan menuruti perintah Tuhan.

Berbeda dengan pikiran manusiawi tentang adanya kemungkinan bahwa kita bisa dibenarkan karena perbuatan baik dan ketaatan kita kepada hukum Tuhan, Alkitab menulis bahwa ada kepastian bahwa kita akan dibenarkan karena darah Yesus yang sudah dikucurkan sebagai tebusan dosa kita. Tidak ada perbuatan manusia yang bisa memenuhi syarat kebenaran dan kesucian Tuhan. Hanya dalam darah Yesus ada kepastian bahwa manusia yang berdosa bisa dibenarkan oleh Tuhan.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Roma 3: 23-24

Pagi ini, jika kita melihat begitu banyak manusia yang pergi ke tujuan yang berbeda-beda, biarlah kita sadar bahwa memang ada banyak orang yang sudah mengikuti jalan yang keliru untuk memperoleh keselamatan yang kekal. Mungkin juga kita sendiri yang masih berpikir bahwa pengurbanan Yesus masih belum cukup, dan karena itu kita masih ingin membebani hidup kita dengan melakukan segala ritual agama. Tetapi ayat diatas jelas menunjukkan bahwa jika kita masih merasa bahwa perbuatan baik manusia adalah perlu untuk memungkinkan mereka ke surga, ada kemungkinan bahwa kita belum benar-benar yakin akan karunia Allah yang sudah menyelamatkan.

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 6: 23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s