Hak dan kewajiban warga negara

“Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” Filipi 3: 20

Mengenai hal kewarganegaraan saya teringat akan mata pelajaran “Civic” di SMA yang termasuk salah satu mata pelajaran yang saya sukai. Kewarganegaraan dalam Bahasa Latin disebut “Civis”, yang kemudian dalam bahasa Inggris disebut “Civic”, artinya mengenai warganegara atau kewarganegaraan. Dalam mata pelajaran itu, yang paling menarik adalah soal hak dan kewajiban warga negara.

Pengertian hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu, dimana orang lain tidak boleh merampasnya entah secara paksa atau tidak.Dalam hal kewarganegaraan, hak ini berarti warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak, jaminan keamanan, perlindungan hukum dan lain sebagainya.

Pengertian kewajiban adalah suatu hal yang wajib kita lakukan demi mendapatkan hak atau wewenang kita. Bisa juga kewajiban merupakan hal yang harus kita lakukan karena sudah mendapatkan hak. Sebagai warga negara kita wajib melaksanakan peran sebagai warga negara sesuai kemampuan masing-masing supaya mendapatkan hak kita sebagai warga negara yang baik.

Ayat Filipi 3: 20 diatas menunjuk pada kenyataan bahwa sebagai orang Kristen kita semua terbilang sebagai warga negara surgawi dan Tuhan adalah pemimpin negara. Sebagai warga negara kita menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban. Karena pengurbanan Yesus di kayu salib, setiap orang yang percaya sudah mendapat hak untuk menerima kemuliaan di surga bersama dengan Yesus.

“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Roma 8: 17

Selain itu, sebagai anak-anak Allah kita juga berhak memanggil Dia sebagai Bapa (Galatia 4: 6) dan menyampaikan permohonan kita untuk apa yang kita butuhkan dalam hidup di dunia, apabila itu sesuai dengan kehendakNya.

Adalah kecenderungan semua orang untuk menuntut hak mereka, lebih dari kemauan untuk menjalankan kewajiban yang ada. Itulah hakikat manusia duniawi yang lebih mementingkan kepentingan sendiri. Tetapi, bagi siapa yang sudah menerima hidup baru, sifat yang samasekali berbeda dengan sifat Yesus ini bisa berubah dengan bimbingan Roh Kudus untuk menjadi sifat yang baik, yang mau menyadari dan melaksanakan kewajiban sebagai warga negara surgawi; itu terjadi karena Yesus sudah lebih dulu mengasihi kita.

Pagi ini kita diingatkan bahwa kewajiban utama kita sebagai anak-anak Tuhan adalah untuk mengasihi Tuhan, Allah kita dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi kta. Lebih dari itu kita juga harus bisa mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Matius 22: 37-40). Sebagai warga negara surgawi yang baik, kita juga harus bisa membawa kabar baik untuk mereka yang masih mempunyai kewarganegaraan yang lain, supaya mereka memilih jalan yang benar untuk bisa mendapat hak surgawi yang sama seperti kita.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28: 19-20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s