Mengapa peduli?

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Masa remaja adalah masa yang membawa kenangan bagi setiap orang. Kenangan yang manis ataupun yang pahit dari masa itu biasanya tidak mudah terlupakan sekalipun kita sudah berusia lanjut. Apalagi pengalaman yang lucu atau konyol, selalu membuat kita tersenyum atau meringis setiap kali itu muncul dalam pikiran kita.

Mungkin juga kita teringat bahwa masa remaja adalah masa dimana kita biasanya cenderung sensitif atas apa yang dikatakan orang lain mengenai tubuh, pakaian, makanan dan apa saja yang kita lakukan. Kalau ada sedikit komentar orang lain tentang hal-hal itu, kita mungkin kepikiran, tersinggung, marah atau tidak bisa tidur.

Sesudah menjadi dewasa, orang lebih bisa mengatasi rasa sensitif atas pendapat orang lain. Mungkin kita bisa berkata “emangnya gue peduli”, jika ada hal- hal yang kurang cocok untuk telinga kita. Malahan, bagi sebagian orang Kristen soal menebalkan kulit muka adalah bagian dari kehidupan dan pekerjaan mereka. Untuk bisa bertahan dan sukses dalam hidup orang harus tahan bantingan, begitulah nasihat yang sering diajarkan. Sekalipun masyarakat melihat kita berbuat hal-hal yang kurang baik, kita dianjurkan untuk tidak terlalu memikirkannya. Cuek saja!

Ayat diatas menegaskan bahwa masyarakat melihat apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Terutama jika mereka tahu bahwa kita adalah orang yang mengaku Kristen, mereka mungkin membayangkan bahwa kita tentunya tidak sama dengan orang lain yang bukan Kristen. Dalam kenyataannya, banyak orang yang mungkin tidak tahu adanya orang-orang Kristen disekitar mereka karena tingkah laku, etika dan cara hidup orang-orang Kristen itu tidak berbeda, dan malahan lebih buruk, dari orang lain yang bukan Kristen.

Pagi ini ayat diatas mengingatkan kita bahwa kita harus peduli akan apa yang dipikirkan oleh masyarakat tentang tingkah laku, etika dan cara hidup kita. Kita harus merasa sensitif dan bukannya tidak peduli atas pandangan masyarakat, karena mereka dapat melihat apakah kita benar-benar menaati Tuhan dan mengasihi sesama kita. Biarlah masyarakat bisa melihat kepedulian kita dan menjadi pengikut Kristus seperti kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s