Sorangan wae?

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita.” Matius 1: 23

Untuk mereka yang hidup di negara dimana hari Natal dirayakan, acara-acara dan hiasan-hiasan Natal yang sudah bermunculan sejak awal bulan Desember adalah sesuatu yang berkesan indah. Walaupun demikian, adanya perayaan Natal untuk sebagian orang adalah sesuatu yang kurang dapat dinikmati, dan malahan bisa menimbulkan rasa susah dan masygul.

Hari Natal umumnya dirayakan bersama teman, sanak atau keluarga. Tetapi mereka yang tidak mempunyai siapapun dalam hidup mereka, mungkin merasakan betapa sepinya Natal ini. Mereka yang sedang sakit, mereka yang dalam kekurangan, penderitaan maupun kesusahan, mungkin juga harus melewati Natal dalam kesunyian. Adalah kenyataan bahwa Natal bagi sebagian orang malahan bisa membawa depresi.

Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain dan adanya orang lain disekitarnya. Dari awalnya Tuhan Sang Pencipta tahu kebutuhan ciptaanNya; Ia tidak menghendaki manusia merasa sorangan wae, sendirian dan kesepian. Begitulah dalam hidup di dunia ini, setiap manusia seharusnya nemberi dukungan dan penyertaan orang-orang yang mereka cintai. Namun dukungan manusia adalah terbatas; dan kalaupun ada, belum tentu bisa cukup atau langgeng.

Yesus yang datang ke dunia pada hari Natal adalah seorang pendamping manusia yang lebih dari siapapun yang ada disekitar kita. Ia adalah Tuhan dan karena itu tidak mungkin kalau kemampuanNya ada batasnya. Yesus sudah membuktikan kesetiaanNya sampai mati di kayu salib untuk ganti dosa kita, karena itu tidak mungkin kalau kasihNya kurang dari itu. Yesus juga Tuhan yang lahir dalam bentuk manusia biasa, karena itu tidak mungkin kalau Ia tidak tahu dan tidak bisa merasakan penderitaan kita.

Pagi ini kita diingatkan bahwa Yesus yang lahir pada hari Natal adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Kasih, Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Karena itulah Ia dinamakan Imanuel sebab Ialah Tuhan yang benar-benar bisa mendampingi, menyertai kita dalam setiap keadaan kita. Ia menyertai kita bukan hanya kadang-kadang, dan bukan saja pada saat-saat tertentu, tetapi setiap saat dan untuk selama-lamanya. Jika kita saat ini merasa sendirian dalam hidup dan perjuangan kita, biarlah dengan iman kita percaya bahwa Yesus, Imanuel, tidak pernah meninggalkan kita. Apa yang harus kita lakukan hanyalah menerima Dia sebagai sobat kita yang setia dalam hidup kita!

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28: 20b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s