Pakailah kesempatan yang ada

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9: 4

Saat ini perayaan Natal dan tahun baru telah lewat dan mereka yang berlibur ke luar kota mulai pulang ke rumah masing-masing. Suasana berangsur-angsur menjadi normal dengan para pekerja tampak berangkat menuju kantor masing-masing pagi ini. Diantara orang-orang itu mungkin ada orang-orang Kristen yang sudah merayakan kedua hari besar itu dan sekarang harus menghadapi kenyataan hidup. Bagaimana perasaan mereka dalam memasuki tahun yang baru?

Bagi banyak orang, hidup sesudah liburan akhir tahun tidaklah banyak berbeda dengan hari-hari sebelum liburan. Business as usual. Kecuali jika ada rencana baru, seperti pindah rumah, pindah sekolah atau ganti pekerjaan. Memang hidup kadang-kadang agak membosankan, tetapi sebagian manusia mungkin menyukai hidup yang teratur, yang bisa diterka. Jika lebih dari itu, tingkat stres mungkin meningkat dan bisa mengurangi ketenteraman hidup mereka. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang justru menyenangi perubahan karena mereka hidup untuk mencapai kepuasan. Bagi orang-orang semacam ini soal bekerja dan terus bekerja untuk kesuksesan mungkin adalah suatu keharusan.

Adalah sangat menarik bahwa Yesus memerintahkan pengikutNya untuk bekerja di ladangNya. Perintah ini bukanlah anjuran atau sekedar pilihan, tetapi adalah keharusan. Sebuah Amanat Agung untuk semua orang Kristen agar dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” Matius 28: 19

Walaupun demikian, banyak orang Kristen yang secara sadar maupun tidak sadar, merasa bahwa amanat ini hanyalah untuk para pendeta dan pengerja gereja. Bagi mereka, memberi persembahan adalah cukup seolah untuk bisa mendapatkan orang-orang yang bisa mewakili mereka dalam mengabarkan injil.

Memang, pedoman hidup yang diberikan orang tua kepada anak-anak seringkali berbunyi “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Mereka diharapkan agar mau belajar dan bekerja untuk mencapai tujuan hidup yang besar. Bukan cita-cita yang asal-asalan saja. Tetapi, jarang sekali ada orang yang menerapkan pedoman ini untuk pekerjaan di ladang Tuhan. Kebanyakan orang Kristen merasa cukup untuk menjadi manusia yang sekedar percaya kepada Yesus Kristus tetapi tidak mempunyai keinginan untuk bekerja di ladangNya untuk memuliakan namaNya.

Pagi ini kita diingatkan bahwa tidak cukup bagi kita untuk memasuki tahun baru dan mensyukuri keadaan kita sendiri sebagai manusia yang sudah diselamatkan. Perintah Tuhan agar kita bisa mengasihi sesama kita menuntut dedikasi hidup untuk membawa kabar keselamatan kepada seisi dunia. Memang tidak semua orang bisa dan perlu untuk menjadi pendeta atau penginjil, tetapi semua orang percaya harus berusaha semaksimal mungkin, selama kita masih bisa dan selama kesempatan kita masih ada, untuk memasyhurkan nama Tuhan dalam apa yang kita kerjakan di tahun yang baru ini. Dengan demikian, orang disekitar kita akan mendapat kesempatan untuk mengenal Tuhan yang sudah membaharui hidup kita.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s