Hidup harmonis dengan Tuhan

“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yohanes 14: 21

Salah satu ajaran filsafat hidup yang sering kita dengar adalah tentang berbuat baik kepada siapapun, apapun dan dimanapun. Orang harus berbuat baik kepada orang lain agar mendapat balasan yaitu diperlakukan secara baik oleh orang lain. Orang juga harus hidup harmonis dengan alam semesta (nature) agar segala kebutuhannya tercukupi. Hidup bahagia dapat dicapai dengan keharmonisan dengan seisi bumi. Alam semesta adalah sesuatu yang harus dihormati karena hidup kita bergantung kepadanya.

Pandangan diatas sudah ada sejak jaman dulu dan sekarang mulai populer lagi dalam berbagai bentuknya, terutama diantara generasi muda yang kurang menyukai konsep Tuhan yang abstrak dan segala hukum-hukumNya. Berbeda dengan pandangan itu, bagi orang Kristen pusat perhatian dan penyembahan mereka adalah Tuhan yang menciptakan alam semesta dan yang sudah turun ke dunia (God-centered atau Jesus-centered). Orang Kristen harus bisa hidup harmonis dengan Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus dengan menaati perintahNya.

Banyak orang Kristen yang percaya kepada Tuhan, tetapi kurang berhasrat untuk mempelajari bagaimana menerapkan iman mereka dalam hidup sehari-hari. Sebagian mengabaikan perintah Tuhan karena merasa bahwa Tuhan yang maha kasih tentu tahu bahwa hal itu sulit dilakukan dan tidak mengharapkan manusia untuk bisa sepenuhnya menaati perintahNya. Sebagian juga berpikir bahwa sebagai orang yang sudah ditebus oleh darah Kristus, mereka merdeka untuk memilih cara hidup yang mereka maui. Tetapi semua pengertian diatas adalah keliru karena sebagai anak–anak Tuhan kita justru harus taat kepadaNya.

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalah-gunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” 1 Petrus 2: 16

Mengapa kita yang lemah ini harus menaati firman Tuhan dan membina hubungan yang baik dengan Tuhan? Barangkali kita bisa belajar dari Abraham. Abraham, bapa orang Israel, adalah contoh bagaimana seorang yang mempunyai banyak kekurangan bisa mempunyai hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Abraham jelas diberkati Tuhan karena ia mau mendengarkan firman Tuhan dan menjalankan perintahNya.

“Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” Kejadian 26: 4-5

Pagi ini jika kita ingat bahwa ada begitu banyak hal dan masalah yang harus kita hadapi di hari-hari mendatang, mungkin kita merasa kuatir bagaimana kita bisa sanggup menghadapi semua itu. Tetapi, jika kita percaya bahwaTuhan mengasihi mereka yang memegang dan melakukan perintahNya, kita boleh yakin bahwa Dia akan menyatakan diriNya dalam perjuangan kita. Marilah kita tetap mau membina hubungan yang harmonis dengan Tuhan dengan menjalankan perintahNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s