Realitas maya

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Yakobus 1: 22

Pernahkah anda mendengar istilah Realitas Maya? Mungkin mereka yang merasa “gaptek” agak ragu menjawab pertanyaan ini. Tetapi barangkali mereka sudah pernah melihat orang lain memakai teknologi ini, seperti bermain tenis didepan layar TV atau game- game lain yang disajikan oleh Nintendo. Realitas Maya atau Virtual reality (VR) adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer, suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tetapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.

Sekarang ini teknologi VR  sudah begitu maju dan banyak orang yang bisa mendapat berbagai pengalaman visual melalui layar komputer atau bioskop. Dengan teknologi ini kita mungkin bisa melihat dan merasakan suasana bagaimana Yesus disambut para pengikutNya di Yerusalem. Bahkan gereja pun ada yang ditampilkan secara maya dimana kita bisa berimaginasi untuk memasuki gedung gereja dan menghadiri kebaktian disana, bahkan berinteraksi dengan pengunjung gereja yang ada, hanya di layar komputer. Bagi sebagian orang pengalaman ini sungguh menarik dan juga praktis, karena kita bisa menghadiri kebaktian tanpa harus meninggalkan rumah kita, tetapi bagi orang yang lain pengalaman ini hanya bersifat semu yang tidak ada gunanya. Tuhan bukanlah sesuatu yang maya, tetapi nyata; demikian pula gerejaNya seharusnya adalah nyata, bukan semu saja.

Sebenarnya realitas maya itu sudah ada di gereja Tuhan sejak jaman dulu. Ayat diatas menjelaskan bahwa jika kita memakai teknik realitas maya dalam kehidupan kekristenan kita, kita akan merasa seolah-olah sudah menjadi orang Kristen yang benar walaupun sebenarnya kita belum menjalankan hidup Kristen. Kita mungkin ke gereja setiap minggu dan bahkan berdoa setiap hari, tetapi tidak menjalankan perintah Tuhan dalam hidup kita. Kita menjadi pendengar dan penonton saja dan bukan pelaku Firman, tetapi merasa seolah-olah kita sudah memenuhi “syarat” untuk menjadi pengikut Yesus. Dalam bayangan kita mungkin kita sudah meninggalkan hidup lama kita dan menjadi pengikut Yesus, tetapi sebenarnya kita hanya “duduk di kursi empuk” menonton apa yang ada dalam bayangan atau imaginasi kita. Jika memang demikian, kita menipu diri kita sendiri.

Memang apa yang disampaikankepada jemaat di gereja bisa menjadi suatu presentasiyang menarik. Entah itu kesaksian, puji-pujian, pengalaman pribadi, penglihatan, atau dongeng yang mengawali sebuah khotbah, semua itu bisa dipakai untuk membentuk suasana yang mengawali firman Tuhan. Tetapi, hal-hal itu adalah serupa benda maya untuk hidup kita jika itu hanya membawa pesona dan kenikmatan dan bukannya membuat perubahan dalam hidup kita. Apa yang bisa membuat perubahan dalam hidup kita adalah Firman yang benar, karena Roh Kuduslah yang akan bekerja membimbing kita untuk bisa mengerti arti Firman itu dan agar bisa melaksanakanNya.

Adalah kecenderungan manusia untuk menerima apa yang nikmat tapi melupakan apa yang berat. Apa yang didengar dan dilihat mungkin terasa indah, tetapi kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan firman Tuhan yang benar tidaklah mudah.

Pagi ini, mungkin ada diantara kita yang masih mengalami pergulatan dalam hidup, dalam berusaha melaksanakan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari. Karena itu, biarlah kita lebih memusatkan diri kepada hal menjalankan firman Tuhan dan bukannya hanya mendengar atau membaca renungan atau pesan-pesan gerejani. Tuhan mau agar kita mau menerima bimbingan Roh Kudus dalam hidup kita karena dengan kemampuan kita sendiri kita tidak mungkin bisa melewati jalan yang benar. Kita harus rajin berdoa untuk meminta agar Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, supaya kita benar-benar bisa menjadi pelaku firman dan tidak hidup dalam kepalsuan.

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Galatia 5: 25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s