Miskin adalah syarat masuk surga

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Matius 5: 3

Orang kaya sulit masuk surga. Begitulah apa yang tertulis dalam Matius 19: 24. Memang orang yang hanya dan selalu memikirkan soal harta, kesuksesan, ketenaran dan semacamnya akan mengalami kesulitan untuk memikirkan soal surga dan keselamatan jiwa. Dalam pengertian filsafat dan beberapa agama lain, kemiskinan dan penderitaan malahan diajarkan untuk dijalani, setidaknya secara simbolik atau sementara, untuk mencapai kesempurnaan hubungan dengan dewa atau tuhan mereka.

Pagi ini ayat dalam Matius 5: 3 diatas seolah menunjang sentimen bahwa kelihatannya orang yang miskin saja yang bisa ke surga. Benarkah? Kalau memang benar begitu, orang yang hidup di negara terbelakang pasti lebih banyak yang bisa ke surga karena tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dari negara lain. Mungkinkah mereka yang sukses dan kaya tidak bisa ke surga, karena mereka tidak disukai Tuhan? Benarkah pendapat bahwa biar miskin tapi ke surga, buat apa kaya tapi ke neraka?

Dalam ayat diatas “orang yang miskin di hadapan Allah” berarti orang yang terlihat miskin di mata Allah. Tuhan bisa melihat hidup kita dan isi hati kita, dan karena itu bisa melihat apa yang sebenarnya ada dalam hidup dan hati kita. Apa yang nampak dari luar adalah apa yang bisa dilihat manusia, tetapi apa yang didalam hati manusia hanya Tuhan yang tahu.

“Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” Amsal 16: 2

Orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang tidak mempunyai apapun yang bisa dimegahkan di depan Tuhan. Orang yang rendah hati, tidak menyombongkan hidupnya. Orang yang sedemikian, selalu merasa bahwa hidupnya selalu bergantung kepada Tuhan, apa yang dipunyainya tidak berharga dalam ukuran kemuliaan Tuhan. Karena ia tidak sombong dalam hal apapun, ia hanya berharap kepada kemurahan Tuhan dari hari ke hari. Ia tahu bahwa sebagai manusia yang berdosa, hanya darah Kristus yang bisa menyelamatkannya. Ia sadar bahwa kebahagiaan hanya datang melalui hubungan harmonis dengan Tuhan.

Setiap orang, baik yang kaya, sukses, sehat dan ternama, atau pun yang miskin, gagal, sakit dan terkucil, diberi kesempatan untuk mengenal Tuhan dan Kristus Juru Selamat manusia. Tetapi tidak semua orang mau mendengar panggilan Tuhan dan datang dengan rendah hati mengakui dosa mereka. Mereka yang mengaku sebagai orang percaya, belum tentu memiliki hidup yang sepenuhnya bergantung kepada Tuhan. Banyak orang yang merasa mengenal Tuhan tetapi tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang baik berasal dari Tuhan. Tetapi, jika keadaan yang kurang baik datang, banyak orang yang menyesali Tuhan.

Orang yang miskin dihadapan Tuhan adalah orang yang miskin dan bahkan bangkrut dalam hal rohani, tetapi karena kemurahan Tuhan mereka sudah menerima uluran tangan keselamatan dari Tuhan. Karena itu mereka akan senantiasa bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan apapun dan taat kepadaNya.

“Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau.” Yeremia 12: 3a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s