Mau berpikir positif ?

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Filipi 4: 6

Di zaman ini, banyak kita temui buku-buku, ceramah, dan bahkan khotbah tentang bagaimana mencapai keberhasilan dan kebahagiaan melalui cara berpikir positif (positive thinking). Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang tertarik untuk mengikuti tren psikologi ini, dan karena itu jugalah para motivator saat ini mengalami masa kejayaan. Manusia yang merasa terhilang, yang tidak dapat merasakan penguatan dari khotbah gereja, mungkin merasa lebih disegarkan dengan pesan-pesan positif dari para motivator. Oleh karena itu jugalah banyak pendeta yang berubah fungsi, menjadi motivator dari mimbar gereja.

Sebenarnya Alkitab mempunyai banyak ayat yang menekankan pentingnya untuk berpikir positif. Berpikir positif adalah cara berpikir yang diharapkan untuk menghasilkan “energi yang positif”, yaitu suatu energi yang akan menghasilkan pemikiran-pemikiran dan sikap-sikap yang baik yang dapat membuat manusia menjadi bersemangat, melakukan hal-hal yang benar dan menjadi bahagia. Tetapi berbeda dengan ajaran para motivator tentang “percaya diri” untuk mencapai keberhasilan, firman Tuhan menyatakan pentingnya untuk bergantung kepada Tuhan, sumber kehidupan manusia.

Salah satu definisi berpikir positif adalah “tindakan meninjau proses berpikir untuk mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki, dan kemudian menggunakan alat yang tepat untuk mengubah pemikiran tersebut dengan cara yang positif dan berorientasi pada tujuan.” Tentu saja, dalam hal ini berpikir positif adalah suatu tindakan dan sikap hidup yang baik. Walaupun demikian, seringkali orang yang menerapkan falsafah “berpikir positif” mempunyai keyakinan adanya semacam kekuatan ajaib di balik pemikiran ini: kekuatan manusia yang dulunya tidak disadari, sekarang bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai keberhasilan. Pemikiran semacam ini bertentangan dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa Ialah yang berkuasa untuk menentukan apa yang akan terjadi, sesuai dengan rencanaNya.

Dalam ajaran manusia, berpikir positif adalah salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap individu, karena dengan sifat ini, banyak hasil baik yang akan diperoleh. Diajarkan pula bahwa dengan berpikir positif manusia tidak akan berhenti karena keterbatasan, namun pikiran positif justru akan membuat mereka mencari kekuatan mereka sendiri hari demi hari. Ajaran ini dengan demikian menekankan bahwa nasib (destiny) kita ada di tangan kita sepenuhnya. Hal ini bertolak belakang dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa hidup kita ada di tangan Tuhan dan kekuatan kita hanya bisa diperoleh melalui iman kepada Tuhan.

Pagi ini, sebagai umat Tuhan seharusnya kita sadar bahwa adalah penting bagi kita untuk mempunyai cara berpikir positif; yaitu menyadari apa yang dapat kita ubah dan apa yang tidak bisa diubah, dan mengerti beda diantara keduanya. Tuhan dan sifat ilahiNya adalah kekal selama-lamanya, firmanNya tidak pernah berubah. Ia adalah Tuhan yang maha kuasa, maha tahu, maha kasih, maha adil dan maha bijaksana. Dengan demikian, segala rencana Tuhan untuk seisi bumi akan terjadi. Karena itu, manusia hanya bisa berubah menjadi makin baik dan makin kuat melalui kedekatan kepada Sang Pencipta. Dengan selalu mencari kehendak Tuhan dalam hidup ini, pastilah kita akan menemukan hidup yang penuh sukacita.

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Roma 12: 12

4 pemikiran pada “Mau berpikir positif ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s