Hidup itu tidak mudah

“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.” Amsal 3: 11

Sejak dulu manusia berusaha mencari tuhannya dengan berbagai cara, tetapi segala usahanya sia-sia karena Tuhan yang maha suci tidaklah terjangkau oleh pikiran dan usaha manusia. Hanya karena Yesus sudah turun ke dunia dan mati ganti dosa, manusia bisa menyadari adanya Tuhan yang maha kasih yang bisa didekati oleh setiap orang percaya.

Namun, sejarah juga membuktikan bahwa sekalipun bangsa pilihan Tuhan, Israel, juga berkali-kali memberontak dan mencoba untuk mencari tuhan yang lain. Mereka yang mendambakan tuhan yang bisa dilihat dan diraba, mencoba untuk menciptakan berbagai berhala, ilah-ilah, guna disembah. Mereka yang bosan mendengar tuntutan Tuhan mencoba untuk berganti arah, mencari ilah yang lebih bisa memberi kebebasan hidup.

Di zaman ini, mereka yang menginginkan hidup sukses, kekayaan, kedamaian dan kenyamanan hidup yang lain, berusaha mencari jalan pintas melalui cara hidup dan pengabdian kepada ilah-ilah yang kelihatannya lebih baik dan sabar. Ilah yang tidak pernah mendidik, mengatur, memperingatkan dan menghukum manusia yang salah jalan. Ilah yang sedemikian hanyalah ada dalam pikiran manusia, yang ingin bebas dari batas-batas yang ditentukan oleh Tuhan yang maha kuasa dan maha suci. Ilah yang sedemikian haruslah diciptakan manusia sendiri.

Ada banyak orang yang percaya adanya sesuatu yang berkuasa tetapi tidak mau mengikut agama apapun. Ada banyak orang yang memilih agama yang tidak menekankan adanya neraka dan pentingnya hidup yang benar. Juga banyak orang yang mengikut ajaran bahwa iman yang benar selalu akan membawa kemakmuran dan kekayaan. Malahan ada yang mengajarkan bahwa manusia dan Tuhan adalah satu dan mempunyai kuasa ajaib di alam semesta.

Di kalangan umat Kristen pun, mereka yang bosan mendengar didikan dan peringatan Tuhan banyak yang berusaha untuk menyesuaikan firman Tuhan dengan gaya hidup manusia. Bukannya menjalani hidup menurut firman Tuhan, mereka justru membengkokkan atau mengartikan firman Tuhan untuk disesuaikan dengan hidup mereka. Akibatnya ada banyak gereja yang sudah berubah menjadi perkumpulan sosial saja, dan banyak orang Kristen yang hanya sekedar mengikuti tradisi.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan bahwa menjadi orang Kristen bukanlah hanya untuk menerima berkat Tuhan. Menjadi umat Tuhan berarti hidup menurut firman Tuhan dan selalu mau mendengar dan menaati didikan dan peringatan Tuhan agar kita berjalan di jalan yang benar. Memang hidup sebagai orang Kristen tidaklah mudah; karena itu hidup yang mudah bukanlah hidup Kristen!

“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Matius 7: 13-14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s