Seberapa jauh aku harus berlari?

“…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13-14

Salah satu keharusan untuk seorang pelari adalah berlatih setiap hari. Untuk itu, ia harus menyesuaikan skedul latihannya dengan jenis pertandingan yang akan diikutinya. Seorang pelari marathon misalnya, harus berlatih lari jarak jauh setiap hari karena pada waktu pertandingan ia harus menempuh jarak 42 km itu dalam waktu kurang dari 2,5 jam.

Sebagai orang Kristen, kita semua digambarkan oleh rasul Paulus sebagai seorang pelari jarak jauh yang harus berlari terus sepanjang hidupnya untuk bisa menyelesaikan pertandingannya dengan baik, untuk bisa memenuhi panggilan Tuhan, sehingga kita bisa menerima kemuliaan dari Tuhan yang sudah memilih kita sebagai pelari-pelariNya.

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” Roma 8: 30

Memang untuk terus berlatih setiap hari, seorang pelari mempunyai disiplin. Ada hari-hari dimana perasaan malas atau bosan datang. Ada juga saat dimana tubuh dan pikiran merasa lelah, dan dalam pikiran mulai timbul pertanyaan apa arti semua perjuangan ini. Apakah hadiah yang akan aku terima cukup memadai jika dibandingkan dengan pengorbananku?

Seperti seorang pelari Tuhan, kita pun bisa menjadi masygul dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Hidup sebagai manusia saja sudah berat, belum lagi hidup yang sesuai dengan perintah Tuhan. Pertanyaan sering muncul, berapa lama kita harus berlari dalam hidup ini, dan berapa lama kita harus berlari menuruti firman Tuhan setiap hari.

Tidak ada seorangpun yang tahu berapa lama kita hidup di dunia ini. Sebagai pelari Tuhan kita harus tetap bertahan dalam menjalankan perintahNya untuk berlari sampai garis finish. Seumur hidup. Sebagai pelari Tuhan kita harus berlari, hidup dalam kebenaranNya, 24 jam sehari. Ini adalah keharusan yang tidak dapat kita lakukan dengan tenaga sendiri.

Pagi ini, marilah kita meneliti hidup kita sebagai pelari-pelari Tuhan. Apakah kita tetap mempunyai semangat untuk terus berlari hingga akhir hayat kita? Apakah tekanan hidup kita sangat berat sehingga berat bagi kita untuk tetap berlari dalam iman? Apakah kejemuan hidup sudah sedemikian besar sehingga kita hanya hidup menurut firmanNya untuk beberapa jam saja dalam sehari?

Tuhan yang sudah memilih kita sebagai umatNya dan akan memberikan kita hadiah surgawi, adalah Tuhan yang maha kasih dan maha bijaksana. Ia tahu kapan kita merasa lelah, jemu atau sakit. Apa yang kita perlukan hanyalah kesadaran bahwa Ia menyertai kita sepanjang kita berlari dalam hidup ini. Ia menunggu kita untuk datang kepadaNya guna memperoleh kesegaran dan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan hidup kita.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s