Sudahkah anda membuka pintu hati anda?

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Wahyu 3: 20

Dari sekitar 2,2 miliar orang Kristen di seluruh dunia saat ini, sebagian pergi ke gereja pada hari Minggu. Untuk yang lain, hari Sabtu merupakan hari Sabat mereka. Untuk apa mereka ke gereja? Apa yang mereka cari di gereja?

Sebagian besar mungkin merasa bahwa ke gereja adalah suatu keharusan, mengikuti perintah Tuhan. Bagi yang lain, mendengarkan khotbah dan menyanyikan lagu pujian sudah menjadi kebiasaan dari kecil. Ada juga yang ke gereja untuk menjalankan tugas gereja dan mereka memang senang untuk berorganisasi. Sebagian yang lain mungkin menikmati kebersamaan dengan sanak dan teman.

Sebenarnya kebiasaan ke gereja dengan teratur setiap minggu itu bisa dilihat dari segi kerinduan orang percaya untuk menjumpai Tuhan. Tradisi dari zaman bani Israel menunjuk pada kebiasaan untuk berbakti di bait Allah dimana kehadiran Allah dirasakan. Yesus bersama orang tuaNya pun pergi ke bait Allah di Yerusalem tiap hari Paskah sejak kecil, dimana Ia juga senang mempelajari firman Allah.

Merasakan adanya kehadiran Tuhan di gereja memang suatu pengalaman yang indah yang bisa dirasakan setiap orang Kristen. Apalagi jika suasana mendukung, barangkali dengan nyanyian, doa dan khotbah yang ada. Dalam suasana yang demikian kita mungkin merasa bahwa Tuhan itu dekat dan kita mengenali Dia. Walaupun demikian, pertanyaan untuk kita adalah apakah kita benar-benar kenal dengan Tuhan.

Ada banyak orang yang mengenal Tuhan dari firmanNya. Tetapi pengenalan itu hanya dari akal budi saja. Yesus berkata bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi kita dan dengan segenap kekuatan kita (Markus 12: 30). Dengan demikian, bukan saja kita harus mengenal Dia, tetapi kita harus membiarkan Tuhan untuk masuk kedalam hidup kita sehari-hari. Kita harus membiarkan Roh Kudus tinggal di hati kita untuk bekerja disana.

Pagi ini, jika kita merasa terpanggil untuk pergi ke gereja, kita diingatkan bahwa Tuhan mengharapkan perjumpaan dari hati ke hati, dan bukan hanya sekedar pertemuan selama satu atau dua jam saja. Seringkali kita merasa bahwa kita kenal Tuhan, tetapi sebenarnya kita hanya tahu bahwa Dia ada. Hati kita mungkin masih tertutup untuk Dia, dan kita mungkin saja masih berusaha menyembunyikan hidup kita dari pandangan mataNya. Mungkin pengalaman pahit di masa lalu, keraguan akan kasihNya, atau ketakutan kita akan kesucianNya, membuat kita menutup pintu hati kita. Kita mungkin merasa lebih tenteram jika Tuhan tidak mencampuri hidup kita.

Saat ini, Tuhan menunggu kita untuk membuka pintu hati kita agar Ia bisa masuk ke dalam hidup kita. Ia yang maha kasih bermaksud untuk menguatkan menghibur, membimbing dan menolong kita dan bukannya membuat hidup kita lebih berat. Maukah kita membiarkan Dia masuk?

“Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” Mazmur 26: 2-3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s