Apa yang bisa kita sombongkan?

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Lukas 17:10

Rendah hati adalah salah satu sifat yang diminta Tuhan dari setiap orang Kristen, tetapi adalah satu hal yang tidak terlalu sering dibahas di gereja. Sikap rendah hati ataupun sebaliknya, umumnya adalah sesuatu yang bisa dilihat oleh orang lain tetapi agak sensitif untuk dibicarakan karena adanya orang-orang yang bisa tersinggung. Sebenarnya memang sejak Adam dan Hawa manusia cenderung sombong. Semua orang selalu mempunyai kesombongan dalam hal tertentu; dan diantara hamba-hamba Tuhan pun ada yang terlihat sombong dalam berkhotbah dan gaya hidup mereka.

Untuk menghindari kesombongan, umat Kristen selalu diingatkan bahwa segala sesuatu yang baik, yang mereka punyai, datang dari Tuhan. Selain itu, setiap orang harus mengerti bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta dan manusia diciptakanNya dari debu. Manusia adalah mahluk yang kecil dan tidak berarti jika dibandingkan Tuhan.

Kita mungkin berdalih bahwa karena kita bukan robot Tuhan, kita tentu saja bisa berbuat baik, menciptakan sesuatu yang berguna, mencapai prestasi tinggi dan sebagainya. Tidak bolehkah kita merasa bangga atas prestasi dan hasil jerih payah kita? Salahkah jika kita membanggakan apa yang kita punyai, termasuk keluarga yang kita bina dan anak-anak yang kita besarkan?

Sebagai orang Kristen kita menyadari bahwa kita harus melakukan segala sesuatu yang baik. Melayani sesama, aktif di gereja, memelihara keluarga dan anak, dan menolong orang lain adalah sebagian tugas kita. Walaupun demikian, perbuatan baik sebenarnya bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri.

“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” Roma 7: 18-19

Jika manusia pada dasarnya tidak mampu berbuat baik, bagaimana pula Tuhan menyuruh umatNya untuk selalu berbuat baik? Bukankah ini aneh? Bagaimana kita bisa melaksanakan perintahNya?

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Ibrani 10: 24

Jelas bahwa untuk bisa berbuat baik dan menghasilkan apa yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan, kita membutuhkan karunia Tuhan. Tuhanlah yang memberikan kebijaksanaan, kemampuan, kekuatan dan kesabaran untuk bisa melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepada kita.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan bahwa apapun yang baik yang sudah kita lakukan adalah suatu tugas yang harus kita lakukan sebagai umat Kristen. Sebagai orang percaya, kita harus mau mengakui bahwa kita adalah hamba-hamba Tuhan yang harus memberikan segala rasa syukur dan hormat kepada Dia yang memberi kita kesempatan dan kemampuan untuk berbuat baik. Soli Deo Gloria, segala puji hanya untuk Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s