Kalau mata jadi gelap

“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Matius 6: 22-23

Istilah mata gelap atau gelap mata sering dipakai dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan keadaan dimana seseorang tidak dapat berpikir terang; atau keadaan dimana seseorang mengamuk karena marah sekali. Jika hal ini terjadi, seringkali hal yang menyedihkan akan terjadi sebagai akibatnya, entah kepada dirinya sendiri atau orang lain; sebab jika pikiran sudah tidak dapat bekerja dengan baik, keputusan yang diambil seringkali keliru. Apalagi orang yang mudah menjadi mata gelap seringkali mempunyai pribadi yang kurang stabil. Memang hal ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal yang memicu orang untuk menjadi mata gelap, tetapi pada umumnya ada faktor internal dalam hidup orang itu sehingga ini mudah terjadi. Dalam keadaan mata gelap, seseorang tidak bisa melihat keadaan disekitarnya dengan obyektif dan bahkan tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri.

Dalam ayat diatas, Yesus mengatakan bahwa mata rohani kita membimbing tubuh kehidupan kita. Jika mata kita baik, teranglah seluruh kehidupan kita; tetapi, jika mata rohani dan pikiran kita keliru, gelaplah kehidupan kita. Dan kalau kehidupan kita juga gelap, seluruh yang ada menjadi gelap sepenuhnya. Mengapa mata rohani kita bisa menjadi rusak dan kita menjadi “mata gelap”? Yesus membicarakan masalah ini sebenarnya dalam konteks “mata duitan”; orang yang hidup hanya untuk mengejar harta duniawi. Mereka yang hanya hidup untuk mengejar kemakmuran dan kesuksesan mudah dikuasai oleh keinginan untuk hal-hal itu saja, sehingga dalam hidup di dunia ini mata rohani mereka (hati dan pikiran) hanya terisi oleh keinginan materi. Inilah yang membuat perspektif hidup mereka menjadi seperti kegelapan total, mereka tidak bisa melihat jalan yang benar, yang menuju kepada pengenalan akan Tuhan.

Manusia memang membutuhkan materi untuk hidup di dunia, tetapi jika fokus mata kita hanya tertuju kearah materi, mata kita tidak bisa melihat hal-hal yang baik, yang berada diluar materi. Bukan saja orang yang belum Kristen yang bisa terjebak kedalam situasi ini, orang Kristen pun banyak yang mempunyai falsafah hidup yang berpusat kepada kenikmatan materi. Bukan hanya orang yang kaya saja yang terpikat oleh materialisme, orang yang kekurangan pun bisa terjebak kedalam keinginan untuk mengumpulkan materi sebanyak mungkin dalam hidup mereka. Tentu kita ingat bahwa ada saat tertentu di tahun ini, dimana orang saling mengucapkan “semoga banyak untung” atau “semoga banyak rezeki”. Walaupun tidak ada salahnya untuk mendapatkan banyak untung atau rezeki, ayat Matius 6: 21 mengatakan adanya bahaya karena dimana harta kita berada, disitu juga hati kita berada. Adanya kemungkinan bahwa mata rohani kita dibutakan oleh keinginan materi.

Mereka yang sudah buta mata rohaninya bukan saja tidak dapat  melihat apa yang baik, tetapi mereka juga tidak dapat melihat diri sendiri yang berada didalam kegelapan. Akibatnya, tambah lama mereka akan makin tersesat sehingga mereka jatuh ke dalam berbagai pencobaan.

“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” 1 Timotius 6: 9

Pagi ini kita diperingatkan akan bahaya kebutaan rohani dan hati. Mungkin pada saat ini kita belum pernah menjadi “mata gelap” karena faktor materi. Tetapi, iblis adalah oknum yang cerdik dan jahat, yang berusaha membutakan kita dari firman Tuhan. Mungkin saja kita sudah tidak dapat lagi menyadari apa yang keliru dalam hidup kita karena kita tidak pernah atau jarang untuk mengarahkan mata kita kepada Yesus Kristus. Terlalu sibuk dengan segala kegiatan, pekerjaan, bisnis, harta dan usaha mencari kesuksesan membuat kita buta akan cara hidup yang dikehendaki Tuhan. Marilah kita memohon agar Tuhan mau mencelikkan mata rohani kita!

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6: 33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s