Tuhan yang pengampun

“Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Matius 6: 15

Pernahkah anda mendengar seseorang berkata: “Aku bisa mengampuni kesalahan orang, tetapi tidak bisa melupakannya”? Reaksi ini nampaknya masuk di akal, terutama jika menyangkut hal yang sangat jahat yang pernah dilakukan orang lain. Tetapi, untuk orang Kristen sikap ini layak dipertanyakan karena Tuhan yang mengampuni dosa mereka, Ia juga melupakan dosa yang sudah mereka perbuat.

“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Yesaya 43: 25

Bagaimana Tuhan yang maha tahu dan maha kuasa bisa melupakan sesuatu? Jika Ia memang melupakan dosa kita, apakah Ia merekam apa yang sudah kita lakukan untuk diputar kembali ketika kita menghadap Dia sesudah hidup kita berakhir?

Tuhan yang maha tahu sudah pasti tidak bisa lupa atas apa yang telah terjadi. Ia tahu segala yang terjadi di muka bumi dan Ia juga tahu apa yang akan terjadi. Jika Tuhan melupakan apa yang sudah diperbuat oleh orang-orang yang sudah mengikut Dia, itu hanya karena keputusanNya untuk mengampuni mereka dan untuk tidak mengingat-ingat kesalahan dan dosa mereka. Mereka yang bertobat dan mengikut Yesus adalah ciptaan yang baru.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5: 17

Sebagai manusia, kita sering melupakan hal yang baik, yang sudah diperbuat Tuhan dan sesama kita, tetapi kita mudah mengingat pengalaman yang kurang menyenangkan sehubungan dengan apa yang kita percaya sebagai perbuatan Tuhan dan manusia. Jika kita mungkin terpaksa melupakan kehendak Tuhan yang tidak kita setujui, adalah sulit bagi kita untuk melupakan kesalahan manusia, dan ini termasuk kesalahan kita sendiri.

Begitu banyak orang yang hidup dalam penderitaan karena hal-hal yang jahat yang diperbuat orang lain, lama sesudah hal itu terjadi. Kenangan pahit seringkali muncul dan kebencian lama terhadap si pelaku mungkin timbul kembali. Si pelaku kejahatan mungkin juga adalah diri mereka sendiri, dan karena itu mereka hidup seumur hidup dalam penyesalan dan penderitaan.

Pagi ini ayat pembukaan diatas mengingatkan kita jika kita tidak mau mengampuni dan mengambil keputusan untuk melupakan kesalahan orang lain kepada kita, kita tidak akan dapat merasakan hidup damai didalam pengampunan Tuhan. Sebagai orang yang sudah diampuni Tuhan, kita harus mau mengampuni mereka yang berbuat jahat kepada kita, baik pada masa lalu maupun saat ini. Lebih dari itu kita harus berusaha untuk tidak mengingat-ingat apa yang sudah terjadi.

Ayat diatas juga mengajarkan bahwa Tuhan sudah mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita, dan karena itu kita juga harus bisa mengampuni dan melupakan kesalahan bodoh apapun yang sudah kita perbuat, agar kita bisa merasakan kasih Tuhan dalam pengampunanNya.

“Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia.” 2 Korintus 5: 16a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s