Pujilah Tuhan!

“Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” 1 Tawarich 17: 16

Dalam kesibukan hidup ini, manusia seharusnya merasa beruntung jika mempunyai saat untuk merenungkan apa yang sudah diberikan Tuhan dalam hidupnya. Mungkin di saat berliburan atau beristirahat. Tetapi, sekalipun ada waktu, kebanyakan orang sering memakainya untuk hal-hal lain yang lebih menarik, seperti berbincang- bincang dengan teman, makan minum, jalan-jalan atau melamunkan sesuatu.

Bagi banyak orang yang hidup dalam kenyamanan, mereka mungkin merasa bahwa semua yang terjadi memang sudah seharusnya. Tetapi, mereka yang hidup dalam kesusahan, yang dalam kekurangan atau sakit, mungkin juga merasa bahwa Tuhan itu tidak ada. Mungkin jarang ada orang yang senantiasa sadar bahwa hari demi hari, dan bahkan detik demi detik, Tuhan mengatur segalanya di jagad raya ini.

Ayat diatas menulis tentang reaksi Daud yang menerima firman Tuhan melalui nabi Natan bahwa dia dan anak cucunya akan menerima berkat Tuhan dan bahkan seluruh bangsa Israel akan menjadi bangsa yang besar dan Mesias akan lahir dari keturunannya. Daud sadar bahwa sebagai manusia ia tidak layak menerima segala apa yang dijanjikan Tuhan itu. Ia heran mengapa dia dan keluarganya mendapat perhatian dari Tuhan yang sedemikian besar. Mengapa Tuhan memilih dia dan keturunannya.

Seperti Daud, seharusnya kita juga heran mengapa Tuhan juga begitu kasih kepada kita. Mengapa sebagai orang berdosa, kita tetap mendapat perhatian Tuhan sehingga kita boleh menerima keselamatan dari Yesus Kristus? Mengapa didalam keadaan dunia yang serba kacau ini kita tetap bisa hidup dan melihat matahari terbit setiap pagi dan menghirup udara segar? Siapakah kita ini sehingga Tuhan mau mendengarkan doa-doa permohonan kita tiap hari?

Pagi ini, jika kita bisa menghitung berkat Tuhan selama ini dalam hidup kita, biarlah rasa takjub itu ada dalam hati dan pikiran kita seperti Daud. Sekalipun dalam hidup kita ada banyak tantangan dan penderitaan, Tuhan sudah menjanjikan suatu yang besar untuk kita di masa depan yaitu kebahagiaan di surga. Seperti Daud, kita harus juga bersyukur bahwa janji dan berkat Tuhan tidak hanya untuk diri kita saja, tetapi juga bagi masa depan anak-cucu kita. Semua sanak kita pun bisa memperoleh keselamatan hanya melalui iman. Biarlah pada hari yang baik seperti ini kita bisa bersyukur kepada Tuhan dan memohon akan berkatNya untuk orang-orang yang kita kasihi.

“Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.” 1 Tawarich 17: 27

Satu pemikiran pada “Pujilah Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s