Aku lelah sekali

“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Yesaya 49: 28-29

Rasa lelah. Semua orang tahu bagaimana rasanya. Sejak kecil kita pernah merasa lelah; lebih sering sewaktu kanak-kanak, agak berkurang setelah dewasa, tetapi kembali menjadi sering ketika mulai tua. Istirahat yang cukup biasanya bisa memulihkan kesegaran. Namun, berapapun umur kita, kadang-kadang kita bangun dari tidur yang cukup lama, tetapi masih tetap merasa lelah.

Apa penyebab rasa lelah? Dari segi medis, kelelahan bisa terjadi secara fisik maupun psikologis. Seorang yang sudah bekerja berat atau berolahraga intensif akan mengalami kelelahan. Begitu juga orang yang mengalami beban mental yang berat, cepat atau lambat akan mengalami kelelahan psikis. Karena fisik dan psikis saling mempengaruhi, adanya kelelahan fisik bisa mempengaruhi keadaan psikis atau mental seseorang, dan begitu juga kelelahan psikis atau mental bisa membuat orang mudah lelah secara fisik. Kedua kelelahan ini biasanya bisa diatasi dengan mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

Bagaimana pula dengan kelelahan spiritual? Kelelahan spiritual terjadi jika seseorang merasa Tuhan itu tidak ada atau jauh darinya. Keadaan ini sering membuat manusia mengalami kelelahan yang luar biasa dan bahkan kehancuran karena manusia kehilangan arti hidupnya.

Manusia yang diciptakan sebagai gambar Allah selalu merasakan adanya sesuatu yang maha besar, yang tidak dapat dilihatnya: Tuhan. Selama beribu-ribu tahun, dalam sejarah tercatat bahwa manusia melalui berbagai agama dan kepercayaan, berusaha menemukan tuhan-tuhan yang hanya bisa mereka bayangkan.

Bagi kita umat Kristen, Tuhan yang satu-satunya hanya dapat dikenali dengan sempurna melalui Yesus Kristus, karena Ia yang telah menyatakan diriNya sebagai manusia. Mereka yang mencoba mengenali Allah tanpa menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka akan menemui jalan buntu.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14: 6

Pagi ini, jika kita mengalami kelelahan fisik dan psikis yang berat dan melihat bahwa tidak ada siapapun dan apapun yang bisa menolong kita, ayat pembukaan kita menyatakan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang tidak pernah menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Ia maha bijaksana dan mau memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Apa yang harus kita lakukan dalam beratnya kehidupan ini hanyalah berdoa dengan iman kepada Allah kita melalui Tuhan kita Yesus Kristus yang pernah berkata:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

2 pemikiran pada “Aku lelah sekali

  1. Pas banget ulasan renungannya, dibuka dg ayat2 tsb dan ditutup dg prkataan Tuhan Yesus itu, klop dech waktu bcanya, no saltik. Mantap.

    Mksh pak dosen. Btw, Anda knal dg Pdt.Idrus Sasirais gak ya? Bliau jg dosen, dosen STT GKE dan skrg msh mengambil studi S3 di STT Jakarta.
    Maaf, klau prtnyaan ini di luar konteks postingan ini.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s