Jangan salah pilih

“Jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya, sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya, maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari.” Ayub. 31: 26-28

Dalam Alkitab ada banyak figur yang bisa dijadikan teladan untuk orang Kristen, seperti Abraham, Daud, Salomo dan lainnya. Mereka itu bukanlah orang-orang yang sempurna; walaupun demikian, mereka adalah manusia yang diberkati Tuhan. Karena itu kita bisa belajar untuk meniru sifat mereka yang baik dan menghindari apa yang kurang baik.

Ayub adalah orang sangat baik menurut ukuran Tuhan. Dalam Ayub 1: 8 ada tertulis bahwa Tuhan bertanya kepada Iblis:

“Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

Jelas Ayub adalah orang yang memang baik hidupnya. Tetapi, adakah orang Kristen yang ingin menjadi seperti Ayub? Mungkin tidak ada. Itu karena begitu banyak tantangan hidup yang harus dihadapinya. Kalau bukan Ayub mungkin tidak ada yang bisa kuat dan bertahan. Apa rahasianya?

Kekuatan Ayub sebelum ia mengalami berbagai musibah adalah takut akan Tuhan, dan pada waktu ia mengalami penderitaan dan juga sesudahnya, sumber kekuatan Ayub juga takut akan Tuhan. Ayub tahu bahwa Tuhan adalah maha kuasa, maha bijaksana dan maha kasih. Takut akan Tuhan adalah kunci hidup Ayub.

Mungkin kita berpikir bahwa Ayub adalah orang yang luar biasa, dan kita tidak mungkin meniru dia. Ayub adalah orang yang benar-benar saleh. Sebagai orang yang takut akan Tuhan, tidak pernahkah Ayub tergoda untuk mengagumi hal lain? Dari ayat pembukaan diatas, terlihat bahwa Ayub ternyata tidak berbeda dengan kita. Ia juga pernah tergoda untuk “menghormati matahari dan bintang”. Tetapi ia tahu bahwa mendewakan apa saja selain Tuhan adalah dosa.

Pagi ini marilah kita memikirkan hidup kita dengan segala tantangannya. Tentang bagaimana kita bisa tetap kuat seperti Ayub. Dalam hidup mungkin kita tergoda untuk mementingkan berbagai hal, lebih dari Tuhan. Karir, rumah tangga, harta dan lainnya, seolah mengatakan bahwa hidup dan kebahagiaan kita tergantung kepada mereka. Hal-hal itu seolah bersinar dengan indahnya, sehingga diam-diam hati kita terpikat, dan kita pun kemudian yakin bahwa tanpa hal-hal itu kita akan sengsara.

Ayub sudah mengalami hidup dalam kesuksesan dan hidup dalam kesengsaraan. Tetapi yang membuat dia tetap bertahan adalah rasa takut kepada Tuhan. Hidup Ayub adalah sebuah kesaksian bahwa tanpa Tuhan kita akan hancur jika tantangan dan persoalan besar mendatangi. Tetapi jika kita percaya akan kebesaran Tuhan, kekuatan dan ketabahan akan ada untuk menantikan pertolongan Tuhan. Pilihan hidup ada di tangan kita.

Satu pemikiran pada “Jangan salah pilih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s