Jangan takut dikritik

“Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.” Amsal 27: 6

Mengapa orang pada umumnya suka mengkritik orang lain, tetapi marah jika dikritik? Di beberapa negara, orang yang mengkritik pemimpin-pemimpin mereka bisa dihukum. Kritik bisa dianggap melecehkan, dan karena itu tidak diperbolehkan. Akibatnya, orang terpaksa diam saja atau berpura-pura setuju sekalipun sebenarnya tidak demikian.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada rumah tangga yang mempunyai kebiasaan untuk menghindari pertikaian dengan tidak mengkritik suami, istri atau orang tua. Ada istri yang harus selalu menuruti apapun yang diputuskan suami dan ada juga suami yang harus selalu memenuhi segala permintaan istri. Sudah tentu, anak yang berani mengkritik orang tua bisa dianggap kurang ajar.

Di kalangan orang Kristen, dengan alasan kasih, banyak yang menganggap kritik itu sebagai hal yang jahat karena sering dianggap menghakimi atau merendahkan derajat orang lain. Di beberapa gereja, anggota gereja yang berani mengkritik pimpinan akan dikucilkan. Kritik mungkin hanya bisa disampaikan dalam bentuk pertanyaan, usul atau sindiran halus dan diselingi dengan permintaan maaf.

Sebenarnya, dalam konsep agama atau sosial apapun, jika dipikir dalam-dalam, tidaklah ada orang yang sempurna. Semua orang bisa membuat kesalahan, dan karena itu memerlukan kritik yang baik dari orang lain. Mereka yang tidak mau dikritik, tentu yakin bahwa segala tindakannya benar. Mereka mungkin tidak sadar bahwa hanya Tuhan yang selalu benar, karena Dia adalah maha bijaksana.

Ayat diatas mencatat bahwa mereka yang mengkritik kita dengan maksud baik adalah teman kita, tetapi pujian yang berlimpah-limpah mungkin datang dari orang yang tidak peduli akan diri kita. Begitu banyak orang Kristen yang jatuh kedalam perangkap ini dan kemudian mengalami berbagai masalah, karena keyakinan bahwa mereka selalu benar dan karena mereka senang dikagumi orang lain. Lebih buruk lagi, dengan kejadian semacam itu banyak gereja dan keluarga dipermalukan dan nama Tuhan dihujat banyak orang.

Pagi ini, fiman Tuhan mengingatkan bahwa orang yang rendah hati selalu menghargai kritik-kritik yang membangun, karena mereka sadar bahwa hidup ini adalah suatu proses penyempurnaan yang tidak kunjung berhenti. Selama kita hidup kita harus belajar dari saudara-saudara seiman, supaya kita makin hari makin sempurna didalam Dia yang sudah menyelamatkan kita.

“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” Kolose 1: 28

9 pemikiran pada “Jangan takut dikritik

  1. Terima kasih pak atas firman Tuhan yang bapak post. Saya secara pribadi merasa diberkati sekali atas ayat firman Tuhan dan perenungan dari post bapak Andreas. Tuhan memberkati.

    Suka

  2. Yap, kritik yg membangun tentu bermanfaat. Jngan anti kritik, yg anti biasanya gak prnh maju lg.

    Artikel Anda sngat bgus dan sllu membangun, wlau ada jg scra penulisan mungkin ada bgian2 yg typo atau diketik scra tdk konsisten (termasuk artikel d atas), tp krn substansinya bkn itu, ya monggo gak mslah.

    *ini bgian kritik jg, kan? πŸ˜πŸ˜‚βœŒβœŒ

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s