Hati-hatilah, Tuhan itu cemburu!

“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” 2 Korintus 11: 2

Hal cemburu sering muncul di berbagai film sebagai tema yang menarik. Cemburu dapat mempunyai berbagai arti. Dalam bahasa Indonesia, rasa cemburu (jealous) yang disebabkan oleh manusia, dibedakan dengan iri hati (envy) yang disebabkan oleh hal-hal lain. Cemburu mungkin adalah kekuatiran bahwa orang lain akan mengambil milik kita, sedang iri hati mungkin dapat diartikan sebagai keinginan kita untuk memiliki apa yang dipunyai orang lain. Cemburu umumnya ada dalam hubungan antara tiga orang, sedang iri hati biasanya antara dua orang.

Dalam Alkitab dikatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang cemburu. Sudah tentu rasa cemburu Tuhan adalah benar dan suci. Tuhan tidak pernah iri hati tetapi cemburu jika manusia ciptaanNya menghargai dan memuja sesuatu, dan bukannya memuja Dia.

“Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.” Keluaran 34: 14

Paulus dalam 2 Korintus 11: 1-6 mengungkapkan rasa cemburunya karena adanya jemaat di Korintus yang sudah disesatkan dalam pengajaran banyak nabi palsu (ayat 13) yang pandai bersilat lidah. Bagi Paulus, mereka yang sudah dimenangkannya dalam iman kepada Kristus, sekarang sudah jatuh cinta kepada hal-hal keduniawian.

Paulus menggambarkan bahwa semua orang yang percaya adalah seperti calon mempelai Kristus. Sebagai rasul Tuhan ia merasakan kecemburuan Tuhan bahwa mereka yang sudah dipertunangkannya kepada Kristus sekarang jatuh cinta kepada ajaran-ajaran yang keliru dari pengajar-pengajar sesat. Ajaran yang membuat mereka jauh dari Tuhan tetapi dekat dengan manusia dan kemegahannya.

Pagi ini biarlah kita sadar bahwa Tuhan menghendaki kita hidup sepenuhnya untuk kemuliaanNya. Tuhan membenci keadaan dimana manusia memuliakan diri sendiri, sesamanya atau hal-hal lain dalam hidup mereka. Begitu banyak manusia modern yang sudah disesatkan oleh berbagai pengajaran yang pada hakikatnya hanya memuliakan manusia dan keberhasilannya.

Masih sadarkah kita bahwa hidup kita hanya untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk mencari kenikmatan hidup di dunia? Masih adakah rasa cemburu ilahi dalam hati kita ketika kita melihat saudara-saudara kita yang jatuh cinta kepada dunia? Maukah kita untuk tetap setia kepada Tuhan dan menolong mereka yang tersesat untuk kembali ke jalan yang benar? Semoga.

“Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?” 1 Korintus 10: 22

4 pemikiran pada “Hati-hatilah, Tuhan itu cemburu!

  1. Mantap skli renungannya pak.
    Cemburu itu emang tanda cinta.

    Oya, ada perkataan yg mengatakan bhwa cemburu itu bs jg artinya tnda tak mampu. Bgmn Anda mnanggapi hal tsb jika dikaitkan dg Tuhan yng Mahakuasa? Apkh perkataan itu hnya brlaku bg mnusia sja?

    Trmksh pak.

    Suka

  2. Ya kapan2 nanti muncul sbg renungan.

    Memang menurut psikologi manusia, cemburu itu bisa dikaitkan dengan rasa “minder”, tapi untuk Tuhan itu tanda kasihNya. Karena kasihNya dia tidak menciptakan manusia sbg robot. Tapi manusia dari mulanya sering membuat dia cemburu karena manusia justru menolak kasihNya dan jatuh cinta pada ilah2 lain.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s