Nafas kehidupan

“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kejadian 2: 7

Hari kemarin perjalanan kami dilanjutkan dengan bis menuju gunung Siguniang yang tingginya 6250 meter. Tentunya kami tidak dapat mengunjungi puncak gunung itu, tetapi tempat pemberhentian bis kami sudah berada pada ketinggian lebih dari 4000 meter. Kadar oksigen di udara sudah berkurang dan itu membuat orang sulit bernafas.

Memang hal bernafas adalah sesuatu yang biasa kita lakukan sehingga tidak pernah kita pikirkan; sampai tiba saat seperti kemarin yang membuat saya berpikir betapa ajaib ciptaan-ciptaan Tuhan itu, terutama jika kita membaca bagaimana Tuhan menciptakan manusia dan memberinya nafas hidup dan roh yang membedakan dirinya dengan mahluk lain.

Manusia bisa membuat segala sesuatu yang hebat dengan pikiran dan usahanya, tetapi kehidupan di dunia ini tidak dapat diciptakannya dari apa yang tidak ada, dan jika nafas hidup itu pada saatnya akan hilang, itupun tidak dapat dihindarinya.

Adalah suatu pertanyaan jika nafas hidup itu benar-benar penting, mengapa banyak manusia yang kurang memikirkan maknanya. Bahwa manusia adalah ciptaan khusus yang seharusnya mempunyai ikatan roh yang kuat dengan Sang Pencipta. Dalam kenyataannya, manusia seringkali melupakan bahwa sekalipun tubuh jasmani itu ada, tubuh rohani akan mati jika manusia tidak mencari kesempatan yang ada untuk selalu berhubungan intim dengan Tuhan, sumber kehidupannya.

Pagi ini kita diperingatkan bahwa bagaimanapun sibuknya hidup kita ini, biarlah kita tetap ingat bahwa Tuhanlah sumber kehidupan kita. Ialah yang sanggup membuat kita hidup dengan kuat, tidak hanya dari segi jasmani, tetapi juga dari segi rohani. Kita harus ingat bahwa Tuhan menciptakan kita di dunia ini sebagai satu paket yang utuh; dan demi kebahagiaan hidup kita sendiri, keduanya selalu memerlukan bimbingan dan kekuatan dari Tuhan!

“Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.” Ayub 33: 4

Satu pemikiran pada “Nafas kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s