Siapa sahabatmu?

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yohanes 15: 13

Sebuah lagu gereja yang sangat terkenal adalah “What a friend we have in Jesus” yang aslinya ditulis oleh Joseph M. Scriven sebagai suatu syair pada tahun 1855 untuk menghibur ibunya yang berada di Irlandia sewaktu dia tinggal di Kanada. Lagu ini sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa, dan salah satu versinya dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

Yesus Sobat Yang Sejati,

tanggung s’gala dosaku,

tiap hal ‘ku boleh bawa,

dalam doa padaNya.

Bila hatiku gelisah,

percumalah berlelah,

bersandarlah pada Yesus,

berdoalah padaNya.

Lagu itu memang indah karena syairnya yang memberi kekuatan dan penghiburan di saat kita berada dalam kesulitan dan merasa bahwa tidak ada seorangpun yang bisa atau mau menolong kita.

Memang dalam hidup ini, setiap manusia membutuhkan teman sejati yang bisa dan mau menyertai kita baik dalam suka maupun duka. Barangkali, teman yang sedemikian muncul sebagai pasangan hidup, yang sudah berjanji di depan altar untuk sehidup semati dalam pernikahan. Tetapi, dalam kenyataannya banyak juga hidup pernikahan yang tidak langgeng atau tidak bahagia, karena kemampuan manusia untuk menjadi teman sejati orang lain adalah terbatas.

Apakah ada orang yang bisa menjadi teman sejati? Yang mau dan bisa hidup bersama kita untuk menghadapi semua suka dan duka dalam kehidupan kita? Tentu ada, walaupun tidak banyak. Seorang istri atau suami yang baik tentu mau menyertai pasangannya dalam menghadapi tantangan hidup, tetapi belum tentu bisa menolong pasangannya. Begitu juga, jarang ditemui orang yang bersedia untuk mati ganti orang lain.

Adalah kenyataan hidup bahwa jika kita berada dalam keadaan gembira, banyak teman yang mau beserta kita untuk bergembira bersama-sama. Tetapi, teman baik pun bisa meninggalkan kita ketika kita mengalami kesulitan hidup.

“Sahabat-sahabatku dan teman-temanku menyisih karena penyakitku, dan sanak saudaraku menjauh.” Mazmur 38: 11

Pagi ini, firman Tuhan menegaskan bahwa Yesus adalah sahabat kita yang sudah mati untuk ganti kita. Jika mungkin ada orang yang mau mengurbankan hidupnya untuk menggantikan orang lain yang baik, tidak ada orang yang mau mengurbankan dirinya untuk orang durhaka dan jahat. Hanya Yesus yang mau mati ganti kita selagi kita masih hidup dalam dosa.

Hari-hari mendatang mungkin adalah hari-hari yang penuh tanda tanya bagi kita. Akankah kita tetap berada dalam keadaan sehat, cukup dan bahagia? Ataukah kita akan jatuh sakit, hidup dalam kekurangan dan penderitaan? Itu bukanlah sesuatu yang harus kita pikirkan jika kita mempunyai sobat yang sejati, Yesus Kristus!

Satu pemikiran pada “Siapa sahabatmu?

  1. Yesus bnar2 sahabat sejati bg kita yg beriman kpdNya. Syangnya justru kita jg sring mengecewakanNya mllui tingkah dan laku kita.

    Sy sangat stuju dg kalimat Anda berikut:

    “Adalah kenyataan hidup bahwa jika kita berada dalam keadaan gembira, banyak teman yang mau beserta kita untuk bergembira bersama-sama. Tetapi, teman baik pun bisa meninggalkan kita ketika kita mengalami kesulitan hidup.”

    Trmksh utk renungan2 Kristiani Anda yg sllu menguatkan.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s