Usaha mengatasi kebosanan

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” 1 Korintus 10: 23

Pernahkah anda merasa bosan? Kebosanan mungkin disebabkan oleh adanya hal-hal yang sama yang terus menerus terjadi, atau karena tidak adanya sesuatu yang menarik perhatian kita. Karena kebosanan orang mungkin melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, yang mungkin merupakan hal yang bodoh, aneh, atau kurang berguna. Mungkin saja karena hidup yang monoton, seseorang melakukan sesuatu tindakan tanpa berpikir panjang, sekedar untuk menghilangkan kebosanan.

Apakah kebosanan adalah dosa? Belum tentu. Rasa bosan sebenarnya adalah reaksi normal dari tubuh atau pikiran atas keadaan yang kurang menarik atau memberi semangat. Tetapi apa yang diperbuat manusia untuk mengatasi kebosanan memang bisa membawa dosa. Karena dengan kebosanan bisa muncul rasa benci, iri, malas, marah dan sebagainya. Dari rasa bosan mungkin juga timbul keinginan untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.

Jika saja manusia cukup berhati-hati dalam usaha untuk mengatasi kebosanan, mungkin hal-hal yang tidak baik bisa dihindari. Suatu perubahan mungkin tetap harus dilakukan untuk mengalihkan pikiran dan memberi semangat baru kepada tubuh yang bosan. Dalam hal ini, ayat diatas mengingatkan bahwa jika kita bermaksud untuk melakukan sesuatu, kita harus memikirkan gunanya dan akibatnya. Memang, jika di satu sisi kita boleh saja melakukan suatu tindakan atau mengambil suatu keputusan, di sisi lain apa yang akan kita lakukan haruslah membawa manfaat yang baik bagi Tuhan dan sesama.

Pagi ini, pertanyaan kepada kita adalah apakah saat ini ada rasa bosan dalam hidup kita. Mungkin hidup kita serba cukup tetapi hati kita kosong. Mungkin juga kita masih mendambakan sesuatu yang tidak kunjung datang. Atau mungkin kita bosan dengan segala persoalan yang kita hadapi. Dalam hal ini kita boleh yakin bahwa kita tidaklah seorang diri. Hampir setiap orang pernah merasakan hal yang sama dalam hidupnya.

Tuhan tahu bahwa manusia bisa merasa bosan. Karena itu Tuhan memberi manusia kebijaksanaan dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Kebosanan harus diatasi dengan tindakan yang benar dengan mengubah cara hidup atau lingkungan hidup kita. Marilah kita pagi ini, dalam mengambil tindakan untuk menyegarkan hidup kita, kita mulai dengan bersyukur atas segala yang ada dalam hidup kita, dan kemudian dengan tekun berdoa agar apa yang akan kita lakukan di masa depan adalah hal yang baik dan berguna demi kasih kita kepada Tuhan dan sesama kita!

“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” Kolose 4: 2

Satu pemikiran pada “Usaha mengatasi kebosanan

  1. Sekli lg, renungan yg reflektif dan mmberkati. Mksh pak Andreas. Semoga kita bs sllu bersyukur, brdoa dan brserah kpd Tuhan, penguasa hidup kita. Amin.

    Oya, konon, umur 45 k atas itu ada masa yg disebut midlife crisis, yg namanya kebosanan mulai muncul dan menggerogoti. Mungkin Anda brbgi tips ttg itu? Spy kita bs menyiapkan diri menghadapi masa2 itu…ap ckup hnya dg brdoa dan bersyukur atau ada trik2 jitu utk itu? Maaf, klau pertanyaan sy luncas. Mksh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s