Menjadi satu daging

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.” Kejadian 2: 24

Menjadi satu daging. Apa pula itu? Banyak orang mengira bahwa ini berkaitan dengan hubungan seks ketika seorang pria menikah dengan seorang wanita, yang memungkinkan mereka untuk memperoleh keturunan. Ini tidak salah, tetapi belum semuanya. Tuhan menciptakan dua jenis manusia yang berlainan bukan saja untuk bersatu dalam satu keluarga secara fisik, tetapi juga secara emosional, spiritual, intelektual, finansial dan apapun juga. Walaupun begitu, mereka tetap berada dalam keadaan sebagai dua individu yang berlainan.

Pernikahan tidak dapat menjadikan dua individu menjadi satu individu dengan segala sesuatunya melebur menjadi satu, tetapi sebagai dua individu yang bisa saling melengkapi dan menguatkan. Karena tiap individu tidaklah mempunyai kemampuan yang sama dalam segala hal, mereka yang hidup sebagai suami dan istri dapat menggabungkan kemampuan mereka sehingga dengan kebersamaan yang ada, mereka dapat menghadapi tantangan hidup dengan saling menopang dan menguatkan.

Adalah akibat dosa bahwa hubungan antara suami dan istri itu menjadi rusak. Kejadian 3: 16 mengungkapkan bahwa sejak jatuhnya manusia, kaum wanita menjadi obyek kepuasan pria dan jatuh dibawah penguasaan pria. Memang sampai sekarang kita bisa melihat bahwa kaum wanita sering dieksploitir oleh kaum pria. Dengan kemajuan kebudayaan dan etika, terutama dengan pengaruh agama Kristen, hal ini menjadi berkurang, tetapi sungguh menyedihkan bahwa ketimpangan ini belum juga hilang.

Mungkin kisah penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam bisa memberi kita suatu pengertian bahwa status Hawa tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari Adam. Mereka adalah mahluk yang berbeda tetapi sederajat. Selanjutnya iman Kristen, berbeda dengan kepercayaan lain, juga mengajarkan bahwa dalam Yesus tidak ada perbedaan status antara pria dan wanita. Dan karena itu kita wajib mengasihi dan menghormati semua orang yang sudah dipersatukan dalam Kristus.

“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Galatia 3: 28

Adalah manusia yang di sepanjang sejarah seringkali membuat perbedaan antara status pria dan wanita. Pada umumnya, sebagian suami memakai ayat dalam Efesus 5: 22 untuk menuntut agar istri mereka tunduk kepada mereka. Mereka tidak sadar bahwa “tunduk” disini adalah dalam fungsi rumah tangga, yaitu memberikan kesempatan kepada suami untuk memimpin rumah tangga. Sudah tentu ada kemungkinan bahwa seorang suami merasa bahwa dalam hal-hal tertentu, istrinya dapat berprestasi lebih baik darinya, dan untuk itu suami yang baik akan memberikan kesempatan kepada sang istri untuk memimpin. Menjadi pemimpin yang baik memerlukan kebijaksanaan untuk bisa mendelegasikan tugas untuk kepentingan dan kesatuan rumah tangga.

Adalah kenyataan hidup bahwa banyak kekacauan dalam rumah tangga Kristen timbul karena soal kepemimpinan itu. Mungkin karena suami ingin untuk istri tunduk dalam segala hal, mungkin juga karena istri merasa bahwa suami sudah bertindak dengan semena-mena. Memang hingga sekarang, kasus pelecehan dan penganiayaan dalam rumah tangga Kristen masih sering terjadi, mungkin tidak selalu melalui cara fisik, tetapi bisa juga secara emosi, spiritual dan finansial.

Pagi ini ayat dari kitab Kejadian diatas menegaskan bahwa suami dan istri adalah satu daging, satu tubuh secara jasmani. Lebih lanjut, ayat dari kitab Galatia menjelaskan bahwa dalam Kristus kita adalah satu secara rohani. Hubungan antara suami dan istri dengan demikian adalah hubungan antara anggota dari satu tubuh, jasmani dan rohani. Dengan demikian, hubungan antara keduanya harus dilandasi kesadaran bahwa mereka adalah sama derajatnya dan saling membutuhkan, saling menghormati dan saling mengasihi. Mereka harus sadar bahwa Tuhan memberi manusia bentuk, kemampuan dan fungsi yang berbeda-beda, tetapi dengan satu panggilan yaitu untuk memuliakanNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s