Surga adalah tujuan kita

“Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” Ibrani 11: 16

Bagaimana keadaan di surga? Apakah surga itu seperti sebuah kota atau sebuah negara? Ataukah itu seperti sebuah istana yang mempunyai banyak ruang? Tidak ada seorang manusia pun yang tahu jawabannya, walaupun Yesus pernah berkata bahwa di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal.

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Yohanes 14: 2

Satu hal yang jelas adalah bahwa surga adalah tempat yang besar dan indah dimana pengikut Yesus bisa merasakan keagungan Tuhan. Surga adalah tempat dimana Yesus dipermuliakan dan tempat dimana pengikutNya merasakan kebahagiaan bersama Dia.

Hidup di surga bukanlah kelanjutan hidup di dunia, karena apa yang akan kita alami di surga berpusat kepada Tuhan, bukan kepada diri kita sendiri. Di surga, umat yang sudah diselamatkan mengalami kepenuhan hidup, kebahagiaan dalam hubungan yang langsung dengan Tuhan yang Roh. Segala kebutuhan jasmani di dunia, seperti uang, mobil, kesehatan, seks dan sebagainya tidak lagi diperlukan di surga.

Dengan demikian, kita mengerti bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang keliru menafsirkan bahwa kehidupan di surga adalah seperti kehidupan di dunia, dan bahwa kebutuhan jasmani dan kenikmatan duniawi di bumi juga dibutuhkan di surga. Mereka jelas mempunyai konsep yang salah dan berbeda mengenai Tuhan dan surga. Tuhan dan surga tidaklah sama dengan apa yang fana di dunia.

Walaupun demikian, banyak juga orang Kristen kurang mengerti bahwa hidup di surga adalah hidup yang berpusat kepada Tuhan, seperti sewaktu manusia belum jatuh kedalam dosa. Di surga, umat percaya dari segala penjuru dunia bersatu dalam menikmati kebahagiaan surgawi, dengan hidup bersama Tuhan dan memuliakan Dia setiap saat. Bagaimana mereka dapat mengerti hal itu dan menikmatinya jika mereka sekarang hanya hidup dalam lingkungan sendiri dan untuk kebutuhan diri sendiri? Dapatkah mereka bayangkan bahwa di surga, sekalipun mereka akan dapat mengenali sanak saudara, suami istri dan teman, mereka tidak lagi membutuhkan hubungan duniawi yang lama, karena semua orang akan menjadi saudara-saudara baru didalam Yesus?

Hidup didunia seharusnya merupakan persiapan untuk hidup di surga. Jika kita masih hidup di dunia, itu sebenarnya bukanlah hanya untuk menikmati kebahagiaan duniawi yang fana selagi masih bisa, tetapi untuk menjalankan tugas-tugas kita guna membawa sebanyak mungkin orang-orang yang ada disekitar kita untuk bisa bersama kita di surga, selagi masih ada kesempatan. Hidup di dunia juga merupakan kesempatan untuk melatih diri kita untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di surga yang berpusat kepada Kristus.

Pagi ini, sadarkah kita bahwa apa yang kita punyai dan nikmati saat ini akan hilang dan diganti dengan sesuatu yang berbeda dan jauh lebih berharga di surga? Ataukah kita tetap memusatkan hidup kita kepada hal-hal yang kelihatannya saja menyenangkan dan membuai di dunia ini?

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” Kolose 3: 2-4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s