Menghindari kesia-siaan

“TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.” Mazmur 94: 11

Teringat saya akan seseorang yang dari mudanya ingin mencapai prestasi yang tinggi. Dilahirkan dari sebuah keluarga yang serba sederhana, ia adalah seorang yang senang merencanakan segala sesuatu dengan sangat berhati-hati. Karena hidupnya yang serba teratur, pemuda ini berhasil mencapai prestasi yang sangat baik dalam sekolahnya dan juga selama di universitas. Ia seringkali mendapatkan angka ulangan dan ujian yang terbaik diantara murid yang ada. Sampai pada suatu saat, pada ujian akhir universitas, ia gagal untuk lulus hanya karena satu mata pelajaran. Mereka yang tidak berprestasi sebaik dia justru lulus. Hati pemuda ini hancur, semua kebanggaannya lenyap, dan kepercayaan kepada diri sendiri pun pudar.

Mengapa kesulitan terjadi disaat yang tidak disangka? Hal ini sulit dijawab. Ada orang yang percaya adanya “Murphy’s Law” alias hukum Murphy, yang biasanya diartikan “Apa yang bisa gagal akan gagal pada suatu saat”. Manusia tidak bisa menghindari kesulitan, persoalan dan kegagalan, karena semua itu akan terjadi, jika ada kemungkinan untuk terjadi.

Apa yang bisa gagal akan gagal pada suatu saat. Bukankah apa yang ada dalam hidup manusia selalu mempunyai kemungkinan untuk gagal? Bukankah manusia tidak mempunyai kontrol yang penuh atas segala sesuatu? Bukankah apa yang megah, apa yang kuat, sehat, kaya ataupun bijak selalu mempunyai kelemahan yang bisa membawa kegagalan dan kehancuran? Karena tidak adanya kesempurnaan dan keabadian dalam hidup ini, agaknya apa yang dikerjakan manusia hanyalah sekedar usaha untuk memperkecil kemungkinan atau menunda terjadinya kegagalan.

Pagi ini jika kita bangun, mungkin kita siap melakukan apa yang sudah kita rencanakan, atau sibuk merencanakan apa yang akan kita lakukan. Tetapi pernahkah kita memikirkan bahwa sebagai manusia, kita hanya bisa merencanakan dan melakukan, tetapi Tuhanlah yang menentukan hasilnya? Ayat diatas bahkan berkata bahwa TUHAN mengetahui rancangan-rancangan kita; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. Karena apapun yang kita rencanakan, jika itu tidak sesuai dengan kehendakNya, tidaklah akan terjadi.

Adakah cara untuk menghindari kegagalan dalam hidup? Itu adalah pertanyaan semua orang di dunia. Dunia ini bukanlah surga, tetapi justru sebuah tempat yang sudah dikontaminasi dosa. Karena dosa manusia, bumi dan isinya sudah dikutuki; dan hanya dengan bersusah payah kita akan mencari rezeki dari tanah seumur hidup kita (Kejadian 3: 17). Hidup manusia menjadi sangat berat dan kegagalan demi kegagalan bisa terjadi. Tetapi itupun dengan seijin Tuhan yang maha kuasa.

Walaupun kegagalan bisa terjadi, sebagai orang percaya kita mempunyai satu harapan bahwa jika kita meminta Tuhan yang maha kasih untuk menyertai hidup kita, kita akan bisa melihat kemana dan bagaimana kita harus mengarahkan tujuan hidup kita. Kegagalan belum tentu menjadi kesia-siaan tetapi bisa menjadi kesempatan untuk mencari kehendak Tuhan. Hanya dalam iman kita mempunyai harapan untuk masa depan sekalipun mengalami kegagalan, dan harapan kita dalam iman itu tidaklah akan menjadi sia-sia.

“Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.” Amsal 10: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s