Melalui kehancuran datanglah keindahan

“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” Roma 6: 5

Dapatkah seorang manusia mengenal Tuhan jika hidupnya tak pernah kekurangan apapun dan tak pernah mengalami masalah yang berarti? Pertanyaan ini tidaklah mudah dijawab.

Memang kerinduan sebagian manusia akan Tuhan itu ada hubungannya dengan perasaan atau keyakinan bahwa hidup mereka tidak dapat sepenuhnya mereka kontrol. Orang-orang yang yakin bahwa hidup sepenuhnya ada di tangan mereka, sudah tentu tidak mau menyerahkan kemudi kehidupan kepada Tuhan. Tetapi, ada juga mereka yang sekalipun berada dalam keadaan yang sulit, tetap tidak mau percaya kepada Tuhan yang bisa menolong mereka; malahan ada orang-orang yang menolak Tuhan karena penderitaan yang ada. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang hidupnya nyaman, tetapi justru bisa bersyukur dan taat kepada Tuhan – seperti Ayub sebelum diganggu iblis. Mengapa bisa begitu?

Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa. Hanya orang yang berdosa yang sadar bahwa ia tidak mempunyai jalan keluar untuk memperoleh keselamatan, dan orang yang hancur hatinya serta merasa hilang harapan, membutuhkan belas kasihan dan pertolongan Tuhan. Hanya orang yang sudah merasakan kasih dan anugerah Tuhan, bisa hidup bersyukur dalam setiap keadaan. Sebaliknya, mereka yang selalu merasa di atas angin karena usaha sendiri, sudah tentu tidak dapat memikirkan perlunya atau adanya Tuhan.

Memang Yesus pernah berkata bahwa hanya orang yang sakit memerlukan tabib. Dan tentunya orang yang bisa kembali sehat karena pertolongan tabib, tidak bisa melupakan pertolongan tabib itu.

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Matius 9: 12

Kalau orang yang berdosa dan menderita memerlukan Yesus, mereka yang “saleh” dan nyaman hidupnya mungkin tidak terlalu merasakan kebutuhan itu. Walaupun begitu, sebenarnya tidak ada seorang pun yang bisa yakin bahwa ia tidak membutuhkan Yesus; karena semua orang adalah “sakit” dan memerlukan tabib dalam hidupnya. Orang yang tidak merasa bahwa ia berdosa dan lemah, sebenarnya sudah menipu dirinya sendiri. Dan orang yang merasa hidupnya baik dan nyaman karena usaha sendiri, sebenarnya sudah menolak kenyataan bahwa Tuhanlah sumber segala berkat.

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” 1 Yohanes 1: 8

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jika kita ingin memperoleh hidup baru dalam Kristus, hendaknya kita sadar akan segala kelemahan dan dosa kita. Kita harus mengakui kegagalan kita dalam usaha mencapai standar kebaikan Tuhan. Kita harus mengakui bahwa sekalipun hidup kita terlihat indah dan nyaman dalam pandangan manusia, Tuhan melihat hidup kita sebagai reruntuhan yang perlu disingkirkan guna memberi tempat untuk bangunan baru. Kita harus mau mengakui bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung kepada Tuhan, dan mau menyalibkan apa yang ada dalam hidup lama kita, untuk bisa dibangkitkan dalam hidup baru yang sepenuhnya bisa memuliakan Tuhan.

Marilah kita mau meneliti hidup kita saat ini dan mengakui bahwa bagaimanapun kita berusaha untuk mencari kebahagiaan sejati dengan usaha kita sendiri, apa yang kita peroleh seringkali hanyalah kekecewaan dan kehampaan. Tetapi, jika kita mau mempersilahkan Kristus menjadi Raja dalam hidup kita, apa yang dulunya tidak berguna dan berantakan akan bisa diubah menjadi sesuatu yang berharga dan indah di mata Tuhan. Demikian juga, Tuhan bisa mengubah segala penderitaan yang kita alami untuk menjadi kekuatan iman yang memberi kedamaian dalam hidup yang baru. Semoga kita mau mempersilahkan Tuhan untuk mengatur hidup kita sepenuhnya!

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5: 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s