Mengapa orang menjahati kita?

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” Yohanes 15: 18

Jika kita membaca berita di media, selalu ada saja hal-hal yang membuat kita menghela nafas. Dunia ini seakan dipenuhi dengan kekerasan dan ketidakadilan. Herankah kita melihat adanya ketidakadilan di dunia? Mungkin saja tidak, karena dunia ini memang sudah jatuh kedalam dosa. Kejadian yang tidak menyenangkan dan yang tidak adil tentu bisa terjadi pada orang-orang disekitar kita.

Herankah kita mengapa kejadian yang tidak menyenangkan sering terjadi pada diri kita sekalipun kita tidak bersalah dan bahkan berusaha berbuat baik kepada orang lain? Inilah pertanyaan yang lebih sulit dijawab karena diri kita tersangkut secara langsung. Hal itu mungkin adalah sesuatu yang sangat tidak adil bagi kita. Sangat menyakiti hati kita. Mengapa aku? Why me? Itu tidak adil! It’s not fair!

Dua ribu tahun yang lalu, seorang bayi dilahirkan di kandang domba di Betlehem. Putra Raja semesta alam, tetapi tidak dihormati manusia. Setelah dewasa, Ia berkeliling memberitakan kabar baik, bahwa mereka yang mau mengikutNya akan memperoleh hidup kekal. Kabar baik ini justru diterima dengan kebencian oleh manusia, yang kemudian menyalibkanNya. Yesus Kristus, Juruselamat umat manusia, dibunuh oleh manusia yang ingin diselamatkanNya. Sungguh tragis. Itukah keadilan?

Yesus datang ke dunia ini tidak dengan harapan bahwa sebagai manusia yang tidak berdosa, Ia akan menerima perlakuan baik dan keadilan dari orang-orang disekitarNya. Sebaliknya, Ia tahu dari mulanya bahwa orang akan membenci, menyiksa dan membunuhNya. Karena itu dalam ayat diatas Yesus menasihati murid-muridNya bahwa jika mereka mengalami hal yang serupa di dunia, mereka harus ingat bahwa Ia telah lebih dahulu mengalaminya.

Pagi ini, marilah kita sejenak memikirkan mengapa Yesus mau berkurban untuk manusia yang durhaka. Tentu semua itu adalah karena ketaatanNya kepada Bapa dan kasihNya kepada manusia. Inilah yang membuat Yesus berbeda dengan pemimpin-pemimpin dunia. Yesuslah yang mengisi dunia ini dengan keadilan dan kasih surgawi. Dan Ia mengharapkan bahwa setiap muridNya bisa meniru Dia.

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Matius 11: 29

Sebagai pengikut Kristus, kita harus memikul kuk dan belajar dari Dia. Dengan demikian, kita akan bisa tetap kuat dalam menghadapi hal-hal yang serupa dengan apa yang dialami Yesus. Jika kita bisa menjalankan tugas dalam hal keadilan dan kasih yang serupa dengan apa yang dilakukan Yesus, dunia tidak akan dipenuhi oleh ketidakadilan dan kekerasan, karena kitalah yang bisa membawa perbedaan.

Semoga kita mengerti mengapa ada orang-orang yang membenci kita, yang menyakiti kita, yang tidak adil dan menyusahkan kita dalam hidup ini. Semua itu termasuk dalam paket kehidupan kita sebagai pengikut Kristus selama kita masih di dunia agar nama Tuhan dipermuliakan.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Matius 5: 44″

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s