Benarkah kita pengikutNya?

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9: 26 – 27

Commonwealth Games 2018 adalah pertandingan olahraga antar negara-negara anggota Commonwealth yang diadakan di Gold Coast, Australia , bulan April yang baru lalu. Acara besar multi-sport seperti Olympic Games ini dihadiri sekitar 4500 atlit dari 71 tim internasional. Sungguh menarik bahwa untuk mempersiapkan diri guna menghadapi acara ini, seorang atlit mempersiapkan diri paling tidak selama dua tahun dan harus menghadapi berbagai proses seleksi sebelum bisa mewakili negaranya. Banyak atlit yang sudah terpilih untuk masuk kedalam pemusatan latihan nasional, kemudian ternyata tidak bisa bergabung dalam tim negaranya karena gagal memenuhi persyaratan.

Paulus dalam ayat diatas menggambarkan bahwa sebagai pengikut Kristus ia juga harus mempersiapkan diri seperti seorang atlit, pelari atau petinju. Sebagai seorang atlit pilihan ia harus tahu menguasai tubuh dan pikirannya agar ia bisa menggunakan seluruhnya untuk bisa memenangkan pertandingan. Paulus lebih lanjut mengatakan bahwa sebagai orang yang sudah dipilih untuk menjadi pengikut Kristus, ia tidak ingin untuk mengalami kegagalan. Apa maksud Paulus?

Memang banyak orang yang sudah dipanggil, diberikan kesempatan untuk mengikut Yesus, untuk menjadi atlit-atlitNya. Tetapi, tidak semua orang akan menjawab panggilan itu; mereka lebih senang menuruti cara hidup mereka sendiri dari pada berlatih untuk menjadi pengikut Kristus. Dengan demikian, mereka sendiri yang harus bertanggung jawab jika mereka tidak dipilih.

“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” Matius 22: 14

Diantara mereka yang menjawab panggilan Tuhan karena bimbingan Roh Kudus dan kemudian menjadi atlit pilihan, ada banyak yang memang mau hidup sebagai pengikutNya. Mereka merasa bersyukur bahwa mereka dipilih bukan karena jerih payah dan usaha mereka sendiri, tetapi semata-mata kasih karunia Tuhan. Karena itu mereka merasakan panggilan untuk berusaha sepenuh hati untuk menjalani hidup mereka sebagai atlit pilihan Tuhan. Memang hidup sebagai orang Kristen tidak mudah, tetapi mereka mau taat kepada firman Tuhan.

Diantara mereka yang menjawab panggilan Tuhan, ada juga orang-orang yang nampaknya bersedia untuk menjalani hidup sebagai atlit pilihan Tuhan. Mereka kelihatannya rajin berbuat baik, memuji Tuhan, mengabarkan injil dan sebagainya. Walaupun demikian, mereka tidak mempunyai alasan dan tujuan yang benar. Mereka mungkin ingin mencari kemuliaan diri sendiri dan bukannya kemuliaan Tuhan. Sebagian lagi mungkin hanya menikmati status “orang Kristen” saja, tanpa menyadari tugas dan panggilan mereka.

Pagi ini, Tuhan berfirman melalui Paulus bahwa orang yang sudah dipilih Tuhan seharusnya tidak lagi mempunyai hidup yang sama dengan mereka yang tidak terpilih. Mereka yang merasa atau terlihat sebagai atlit pilihan, tetapi tidak bisa hidup berdisplin sebagai seorang atlit, mungkin bukan benar-benar atlit yang terpilih yang sudah benar-benar menjawab panggilanNya. Mereka yang giat mengabarkan Injil, tetapi tetap hidup untuk kepentingan diri sendiri, mungkin adalah bukan pengikut Tuhan. Mereka yang sering berseru memanggil-manggil Tuhan dalam hidupnya, tetapi tidak melaksanakan perintahNya mungkin adalah penonton saja dan bukannya atlit. Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda benar-benar menjawab panggilan Tuhan dan hidup sebagai orang yang terpilih?

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7: 21

4 pemikiran pada “Benarkah kita pengikutNya?

  1. Oya, kata “petinju” dlm ayat yg Anda bagi di awal tulisan, sy sering mikir, dulu itu versi petinjunya (zaman Paulus) seperti apa ya? Apa mirip aja dengan atlit boxing atau olahrga tinju seperti di zaman now :)))))

    Well, terlepas dari hal itu, pertanyaan dlm judul renungan Anda di atas bnar2 pertanyaan yg reflektif.

    Hhmm … jd atlit pilihan TUHAN itu emang hrs sllu ngoreksi diri ya, jaga2, dan terus rajin latihan.

    Mksh Pak Andreas. Soli Deo Gloria

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s