Bagaimana dengan persiapan anda untuk ke surga?

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12: 1

Teringat saya akan masa kecil, sewaktu orang tua mengajak saya dan adik saya untuk pergi ke luar kota. Pada waktu itu, bertamasya adalah sesuatu yang mewah dan jarang-jarang dialami, dan karena itu kami sekeluarga menantikan kedatangan harinya dengan penuh harapan. Persiapan untuk pergi bukan saja dengan memikirkan pakaian yang akan dipakai dan kegiatan apa yang akan dilakukan, tetapi bagi ibu saya adalah untuk mempersiapkan bekal makanan agar tidak perlu membeli makanan di jalan.

Persiapan adalah hal yang jamak dan umumnya dilakukan manusia untuk menghadapi hal-hal yang besar, penting, sulit atau memakan biaya. Tanpa persiapan, apa yang diharapkan untuk berjalan mulus bisa menjadi kacau balau. Persiapan juga bergantung kepada sifat dan sikap manusia yang bersangkutan, sebab ada orang yang selalu mempersiapkan diri dengan sangat berhati-hati sekalipun hanya menghadapi soal kecil; tetapi ada orang yang mengabaikan perlunya persiapan sekalipun ada hal-hal yang signifikan.

Bagaimana dengan soal pergi ke surga? Semua orang ingin ke surga, jika mereka percaya akan adanya surga. Tetapi, berapa banyak orang Kristen yang memikirkan surga dengan segala keindahan dan kemegahannya? Jika mereka pernah memikirkannya, seberapa sering mereka memikirkannya? Mungkin jarang-jarang saja, karena kelihatannya tidak ada gunanya. Hanya orang yang belum pasti tentang masa depannya akan memikirkan soal surga dan berusaha masuk surga dengan segala cara, begitu mungkin mereka berpikir. Bukankah orang Kristen sudah pasti ke surga tanpa perlu berbuat sesuatu?

Memang hal ke surga sepertinya mudah untuk orang Kristen, karena mereka diselamatkan semata-mata karena pemberian Allah.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Efesus 2: 8 – 9

Walaupun demikian, adalah keliru jika kita tidak mempersiapkan diri kita untuk menghadapi Tuhan, Allah kita di surga. Karena Tuhan adalah lebih agung dari pemimpin dunia manapun, dan kemuliaanNya melebihi segala ciptaanNya. Surga juga jauh lebih megah dan lebih indah dari bangunan apapun yang dibuat manusia.

Manusia hanya dapat membayangkan bentuk dan suasana di surga, tetapi semua itu hanyalah bayangan yang samar-samar saja. Persiapan kita untuk ke surga dengan demikian bukanlah berarti berusaha untuk mendapatkan pahala tertentu yang kita senangi di surga, seperti yang sering diajarkan oleh kepercayaan lain. Hanya Tuhan yang berhak menentukan apa saja yang akan kita terima di surga, dan tidak ada manusia yang tahu akan hal-hal itu selama mereka masih di dunia.

Memang dunia ini penuh dengan godaan, dan godaan yang paling sering kita hadapi adalah dorongan untuk memakai hidup kita sesuai dengan kemauan kita dan untuk kepentingan diri sendiri. Seringkali, sewaktu masih muda, orang terlalu sibuk dengan mengejar hari depan. Tetapi, dengan bertambahnya umur orang tetap saja cenderung menyibukkan diri dengan berbagai urusan dan kenikmatan duniawi. Surga, hal yang terbesar di masa depan, mungkin jarang dipikirkan.

Persiapan ke surga harus dihubungkan dengan hati, pikiran dan hidup kita selama masih di dunia. Dalam segala kelemahan, kita tetap harus berusaha untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Dia, muka dengan muka, Tuhan yang sudah mengasihi kita di surga. Kita harus berusaha untuk mempersembahkan hidup kita di dunia sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.

Pagi ini, berapapun umur kita dan apapun kedudukan kita, seharusnya kita sadar bahwa sekalipun kita sudah diselamatkan, itu bukannya berarti kita tidak perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi Sang Pencipta. Semoga kita bisa memakai waktu yang masih ada untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” Kolose 3: 1- 2

Satu pemikiran pada “Bagaimana dengan persiapan anda untuk ke surga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s