Jangan remehkan Roh Kudus

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” 2 Korintus 13: 14

Bagi kita yang biasa ke gereja di Indonesia, ayat diatas mungkin tidaklah asing untuk kita. Setiap akhir kebaktian, pendeta yang bertugas akan mengangkat kedua tangannya sambil mengucapkan salam berkat yang juga diucapkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Seingat saya, pada saat itu semua jemaat menundukkan kepala sambil mengamini apa yang diucapkan pendeta sebelum mereka menyanyikan lagu terakhir.

Suasana khusyuk di akhir kebaktian di banyak gereja di berbagai tempat di dunia mungkin sekarang sudah agak jarang dijumpai. Jemaat seringkali justru terlihat kurang sabar menjelang akhir kebaktian, mungkin karena mereka mempunyai acara lain sesudah kebaktian. Salam berkat diatas juga seringkali diganti ucapan lain yang tidak mempunyai makna dan bobot yang sama, atau menghilang sama sekali.

Apa yang diucapkan Paulus dalam ayat diatas menyatakan adanya kesatuan antara Bapa, Anak dan Roh Kudus; satu Tuhan yang kita kenal sebagai Allah Tritunggal. Jika kita mengenal Allah Bapa yang menciptakan seisi bumi dan alam semesta, dan mengingat pengurbanan AnakNya di kayu salib ganti dosa kita, Roh Kudus seringkali dirasakan sebagai bagian Allah yang kurang bisa dimengerti sepenuhnya. Roh Kudus ada beserta kita, tetapi agaknya kita kurang menyadari bahwa hidup rohani kita bergantung kepadaNya.

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” 1 Korintus 3: 16

Dalam kehidupan yang serba sibuk ini, sebagian umat Kristen juga mengalami berbagai persoalan yang membuat mereka hidup dan bertingkah laku seperti orang yang belum percaya. Ada yang mungkin terjebak dalam kebingungan dan keputusasaan. Sebaliknya, ada pula yang tenggelam dalam kesukaan dan kebebasan duniawi. Dengan demikian, mereka mudah lupa bahwa mereka yang sudah dibimbing Roh Kudus kearah keselamatan, sebenarnya adalah tempat kediaman Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Allah yang membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari dengan kelembutanNya. Ia tidak memaksa kita untuk melakukan sesuatu, tapi memberi kesadaran akan apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan apa yang yang merupakan dosa. Tanpa Roh Kudus kita tidak mungkin bisa:

  • Lahir baru
  • Mengakui bahwa Yesus itu Tuhan
  • Menang atas dosa
  • Maju dalam hidup Kristen
  • Memperoleh kebijaksanaan yang benar
  • Mempunyai karunia Roh
  • Menghasilkan buah-buah Roh
  • Bangkit dari kematian

Begitu banyak apa yang bisa dilakukan oleh Roh Kudus, tetapi kita mungkin sering kurang mau untuk mendengarkan bisikan Roh Kudus dalam hidup kita. Mungkin kita cenderung memberi perhatian jika Roh Kudus memberikan sesuatu yang kita harapkan atau sukai saja. Kita sering membatasi cara kerja Roh Kudus, seakan Roh Kudus bukanlah Allah.

Pagi ini, biarlah kita sadar bahwa Allah sudah memberikan Roh Kudus kepada kita melalui pengurbanan Yesus. Roh Kudus sekarang tinggal didalam diri tiap-tiap orang percaya. Karena itu kita harus berusaha untuk hidup sesuai dengan apa yang dibisikkanNya kepada kita, agar Ia bisa bekerja makin hebat dalam mengubah hidup kita, sehingga makin hari kita makin menyerupai Kristus.

“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Efesus 4: 30

Satu pemikiran pada “Jangan remehkan Roh Kudus

  1. Ap mungkin jg org2 pd masa kini abai ttg Roh Kudus itu krn gak pham ttg Roh Kudus krn gereja sndiri tdk mengajarkan doktrin dg bnar, doktrin ini jg simpang siur d bbrp aras gereja 😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s