Percaya atau tidak?

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” Yohanes 3: 18

Bacaan: Yohanes 3: 1 – 21

Anda percaya kepada Yesus? Percaya tentang hal apanya? Banyak orang yang percaya bahwa Yesus adalah tokoh besar dalam sejarah. Ada juga yang percaya bahwa Ia adalah seorang guru filsafat besar di dunia. Selain itu, ada juga yang yakin bahwa Yesus adalah nabi yang terbesar yang pernah lahir di dunia. Mungkin anda juga setuju bahwa Yesus adalah manusia yang luar biasa.

Pada malam itu, Nikodemus, seorang Farisi dan pemimpin agama orang Yahudi, menyelinap keluar dari rumahnya di tengah malam untuk menemui Yesus. Ia mungkin sengaja memilih waktu yang tepat untuk menghindari sorotan publik karena ia tidak mau dikritik karena ia menjumpai orang yang tidak disenangi kaumnya. Tetapi dorongan hatinya sangat kuat untuk bisa bertemu dengan Yesus, karena ia merasa bahwa Yesus adalah seorang guru yang diutus Allah (Yohanes 3: 2).

Dalam percakapannya dengan Yesus, Nikodemus merasa heran bagaimana Yesus berkata bahwa ia harus dilahirkan kembali untuk bisa diselamatkan. Nikodemus tidak dapat mengerti apa yang dimaksudkan Yesus, karena ia tidak menyadari adanya perubahan dari hidup lama menjadi hidup baru setelah seseorang menerima Yesus, Anak Tunggal Allah yang tidak dikenalnya. Nikodemus tidak mengerti bahwa dosa manusia hanya bisa diampuni jika ia percaya dalam nama Yesus yang sudah turun dari surga sebagai Tuhan.

Banyak orang yang hidup di zaman ini, termasuk mereka yang mengaku Kristen, mempunyai pengertian seperti apa yang dimiliki Nikodemus. Mereka percaya bahwa manusia bisa mencapai surga dengan melaksanakan firman Tuhan. Dengan hidup baik, mereka percaya bahwa Tuhan yang mengasihi mereka akan membuka pintu surga.

Selain itu , orang-orang zaman ini banyak yang menekankan pentingnya paham hidup baik bersama (living together in harmony) yang diajarkan tokoh-tokoh populer dalam masyarakat. Dengan itu mereka mungkin percaya bahwa hidup baik bersama juga berarti menerima apa yang dianggap benar orang lain. Mereka mungkin berpendapat bahwa semua orang mempunyai kebenaran dan iman yang sama derajatnya dengan apa yang kita percayai. Mereka mungkin yakin bahwa hanya melalui kesediaan menerima kebenaran orang lain, manusia dapat hidup damai, walaupun orang Kristen sebenarnya wajib mengasihi semua orang, sekalipun mereka berbeda paham. Living together in harmony tidak perlu menghilangkan perbedaan yang ada.

Bagi sebagian orang, menjadi orang Kristen hanyalah soal kebetulan, karena mereka lahir dalam lingkungan Kristen. Tetapi, mereka juga percaya bahwa orang yang dilahirkan dalam lingkungan bukan Kristen, juga bisa mencapai keselamatan dengan cara lain. Mereka tidak mengerti bahwa hal lahir jasmani sebagai manusia tidaklah penting, tetapi hal lahir kembali (perubahan total) secara rohani sebagai anak Tuhan melalui Yesus adalah mutlak diperlukan untuk keselamatan jiwa. Perubahan itu tetap diperlukan secara pribadi sekalipun seseorang dilahirkan dalam keluarga Kristen.

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yohanes 3: 4

Dilahirkan kembali adalah saat dimana seseorang mengaku dosa dan menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamatnya. Itulah hidup baru didalam Kristus, dan hidup lama sebagai manusia yang tidak mengenal Yesus sudah hilang. Dengan hidup barunya, seseorang akan berubah menjadi makin baik dalam sifat dan sikap kehidupannya hari demi hari.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5: 17

Pagi ini, kita mendapat pertanyaan apakah kita benar-benar percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Percaya atau tidak? Barangsiapa percaya kepada Yesus, ia telah menerima pengampunan; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia tetap berada di bawah hukuman, sebab ia tidak beriman dalam nama Anak Tunggal Allah.

2 pemikiran pada “Percaya atau tidak?

  1. Ini pertanyaan utk smua org pak? Atau khusus utk yg Kristen sja?
    Pertanyaanya singkat, reflektif sklgus mnantang. Bagi yg msih ragu, mungkin menjawabnya tdk segampang mnanyakannya, atau tak semudah klaim lisan 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s