Tuhan tidak berhutang budi kepada kita

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Lukas 17: 10

Pernahkah anda berpikir, apabila anda bekerja keras untuk Tuhan, memasyhurkan namaNya, dan memberikan persembahan yang besar kepada gereja, apakah Tuhan tidak merasa berhutang budi atas kebaikan anda? Pertanyaan ini agaknya terdengar janggal, namun ada banyak orang Kristen yang merasa bahwa Tuhan kurang menghargai mereka, sekalipun mereka sudah banyak berbuat baik untuk Tuhan dan sesama. Sebaliknya ada orang-orang Kristen yang dengan bangga merasa bahwa Tuhan tentu senang dan bersyukur atas segala apa yang sudah dilakukan mereka, sehingga Ia melimpahkan berkatNya berlipat ganda.

Dalam ayat diatas, Yesus berkata bahwa kita adalah seperti hamba-hamba di hadapan Tuhan. Seorang hamba adalah milik majikan. Sebagai hamba kita tidak boleh merasa sombong bahwa kita sudah berbuat baik untuk majikan kita. Sebagai hamba, kita tidak berhak menuntut balasan dari Tuhan.

Dalam Alkitab tidak ada ayat yang mengatakan Tuhan pernah berhutang budi kepada manusia. Tuhan tidak pernah berhutang apapun kepada mahluk yang diciptakanNya. Sebaliknya, manusialah yang harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena manusia sudah diciptakanNya dari debu yang tidak berarti, menjadi satu pribadi.

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” Yesaya 64: 8

Tuhan yang menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya, bermaksud agar manusia hidup untuk kemuliaanNya. Tuhan sewajarnya merasa kecewa bahwa manusia kemudian jatuh kedalam dosa. Manusialah yang harus bersyukur bahwa Tuhan masih mempunyai kesabaran untuk membimbing hidup mereka hari demi hari, dan bahkan membawa mereka ke arah keselamatan.

Banyak kepercayaan yang membuat Tuhan seperti oknum yang berhutang budi kepada manusia, dan itu termasuk orang-orang Kristen yang lupa akan kedudukannya di hadapan Tuhan. Memang orang yang sudah diselamatkan melalui darah Kristus sudah diangkat menjadi pewaris kerajaan Allah (Galatia 4: 7), tetapi sebagai manusia kita adalah orang-orang yang selalu berhutang budi kepada Tuhan. Hutang kita kepada Tuhan tidak akan pernah terbayar, karena kita memang tidak mampu membalas kasih karunia Tuhan, baik dalam hal jasmani maupun rohani.

Pagi ini kita harus sadar bahwa sebagai orang Kristen, kita harus menempatkan diri sebagai hamba yang bekerja untuk Tuhan yang maha besar. Apa yang kita lakukan, tidak sebanding dengan kebesaran dan kasihNya. Biarlah kita menyadari kedudukan kita di hadapan Tuhan dan selalu mau menghampiri Dia dengan kerendahan hati dan penyerahan hidup yang sepenuhnya.

Satu pemikiran pada “Tuhan tidak berhutang budi kepada kita

  1. Btu skli, Pak Andreas. Tuhan tak prnh berhutang appun kpd kita. Bahkan utk satu kata sja: cintaNya, kita mestinya tak menuntut apapun dariNya (bhkan utk sembuh dr pnyakit sekalipun).

    And it should be as well that No one can come to help God

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s