Hidup ini tidak perlu terasa terlalu berat

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

Jika anda rajin membaca berita, anda mungkin tahu bahwa dalam 2 minggu terakhir ini, sudah tiga orang ternama meninggalkan dunia ini dengan cara bunuh diri. Bagi semua orang, hal bunuh diri adalah hal yang menyedihkan, tetapi mungkin juga sensitif dan tabu untuk dibicarakan. Kita merasa sedih bahwa hal itu bisa terjadi, kita mungkin merasa menyesal bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menolong. Bagi keluarga yang bersangkutan, selain rasa sedih dan menyesal, mungkin juga ada rasa malu. Bagi umat Kristen, tindakan mengambil hidup siapapun adalah bertentangan dengan firman Tuhan, karena itu di lingkungan gereja jarang ada orang yang mau membicarakannya.

Di Australia, kasus bunuh diri cukup besar. Lebih dari 10 orang meninggal diantara tiap 100 ribu penduduk setiap tahun, dan kasus diantara pria sekitar 3 kali lebih tinggi dari wanita, 15 orang dibandingkan dengan 5 orang setiap 100 ribu penduduk. Karena itu, pemerintah dan berbagai badan sosial dan gereja sangat aktif dalam kegiatan mengatasi hal ini.

Ada berbagai sebab mengapa orang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Penderitaan hidup, pengangguran, rasa malu dan kesepian mungkin adalah beberapa sebab yang umum di banyak negara, tetapi di negara barat faktor depresi sangatlah menonjol. Dalam hal depresi, ada kemungkinan bahwa faktor medis/genetik menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, penyalah-gunaan obat-obat tertentu dan kecanduan minuman keras bisa juga mengakibatkan depresi berat.

Sebagai orang Kristen, kita mengerti bahwa kita hidup di dunia yang penuh duri. Sejak manusia jatuh kedalam dosa, bumi ini menjadi tempat dimana manusia mengalami penderitaan sampai akhir hidupnya (Kejadian 3: 16 – 19). Di dunia ini bukan saja ada penderitaan jasmani, tetapi juga penderitaan rohani, apalagi jika orang-orang disekitar kita terasa kurang peduli dan Tuhan pun terasa jauh.

Kedatangan Yesus ke dunia sebagai Juru Selamat dunia dua ribu tahun yang lalu, adalah karunia Allah kepada seisi dunia. Dengan tugas utamaNya untuk menyelamatkan jiwa manusia, Yesus juga menyatakan kasih Allah melalui hal-hal yang bersifat jasmani, seperti menyembuhkan orang sakit dan memberi makan banyak orang. Bagi Kristus, kebutuhan jasmani dan rohani adalah perlu dicukupi di dunia ini. Ia tahu bahwa manusia harus menghadapi beban berat di dunia ini, dan Ia mau menolong mereka.

Pagi ini kita diingatkan bahwa apa yang pernah dikatakan Yesus dulu, tetap tidak berubah hari ini. Hidup itu terlalu indah untuk disia-siakan ataupun disesali. Yesus mengajak kita yang berbeban berat untuk datang kepadaNya dalam doa dan persekutuan, agar Ia, melalui Roh Kudus, bisa memberikan penghiburan dan kekuatan kepada kita dalam menghadapi tantangan hidup. Yesus jugalah yang mengajarkan kita untuk bisa dan mau mendengarkan keluh kesah orang lain, dan untuk memberikan pertolongan dan dukungan kepada mereka yang dalam keadaan sulit.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14: 27

Satu pemikiran pada “Hidup ini tidak perlu terasa terlalu berat

  1. Bila kita sungguh beriman dan sepenuhnya hdup bersandar kpd Kristus, tak ad yg prlu utk trllu dikhawatirkan. Hidup sprti itulah yg hrsnya sllu kita rindukan dan upayakan.

    Krn itu, mungkin tips hidup spy sllu bersandar dan beriman kpdNya prlu jg dibuat renungannya / tulisannya Pak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s