Roda kehidupan terus berputar

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Pengkhotbah 3: 1

Sabtu terasa baru saja berlalu, sekarang sudah hari Sabtu lagi! Kemana hari-hari ini pergi berlalu? Orang bilang: waktu cepat berlalu menunjukkan kesibukan hidup, itu ada benarnya. Tetapi, sekalipun kita tidak terlalu sibuk, hidup terasa berubah cepat dengan adanya kejadian-kejadian di sekeliling kita, seperti perubahan-perubahan dalam karir, kesehatan, teknologi, keluarga, dan negara.

Banyak perubahan yang harus kita terima saja, tanpa kita bisa berbuat sesuatu. Itulah yang membuat kita sering merasa prihatin, terutama jika perubahan nampaknya tidak membawa kebaikan. Perubahan itu bisa datang dari dalam diri kita sendiri sebagai faktor internal, ataupun dari orang lain atau faktor eksternal lainnya. Bertambahnya umur yang untuk sebagian orang adalah sesuatu faktor internal yang membawa kematangan, untuk orang lain mungkin mendatangkan berbagai masalah, terutama kesehatan. Masalah eksternal yang datang dari luar diri kita sudah tentu lebih sulit diduga akibatnya, tetapi selalu terjadi sebagai bagian dari dinamika kehidupan.

Penulis ayat diatas adalah Raja Salomo yang terkenal karena kebijaksanaannya. Ia menulis bahwa segala sesuatu ada masanya, ada waktunya, dan kita tidak dapat menhindari kenyataan ini. Ada waktu untuk bergembira, ada waktu untuk berduka. Ada saat kita sehat, tetapi ada saat kita sakit. Apa yang terjadi mungkin sering dipandang sebagai kehendak Allah yang tidak dapat dihindari dan karena itu sebagian orang hanya bisa menerima semuanya dengan pasrah.

Sebagai orang percaya, memang kita yakin bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta. Apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah dengan sepengetahuanNya. Tuhan adalah Tuhan yang maha tahu. Tuhan juga maha kuasa, yang sudah menetapkan hal-hal tertentu untuk terjadi pada saatnya. Walaupun demikian, manusia yang diciptakanNya di dunia, bukankah seperti robot-robot yang hanya bisa melakukan sesuatu dengan perintah Tuhan. Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengambil keputusan, dan iblis pun tahu bahwa dengan adanya kebebasan manusia, ia masih mempunyai kesempatan untuk menghancurkan kebahagiaan mereka.

Pagi ini, ayat diatas menegaskan bahwa adanya perubahan dalam hidup kita di dunia ini haruslah bisa kita terima. Jika kita membaca seluruh pasal dalam kitab Pengkhotbah 3, kita akan menyadari bahwa sekalipun kita tidak mengerti arti perubahan dalam hidup kita dan apa yang terjadi di sekitar kita, kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas segalanya.

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3: 11

Kitab Pengkhotbah 3 juga menjelaskan bahwa sebagai manusia, kita harus sadar akan keterbatasan kita. Kerapkali, kita menerima kebebasan dan kemampuan yang kita terima dari Tuhan sebagai mandat untuk memaksakan kehendak kita. Kita lupa bahwa manusia bisa, boleh dan bahkan harus berusaha, tetapi kehendak Tuhanlah yang akhirnya akan terjadi. Karena itulah, setiap umat percaya seharusnya mencari kehendak Tuhan dan tidak menyia-nyiakan hidup mereka untuk berusaha menemukan apa yang mereka kehendaki.

Kitab Pengkhotbah 3 juga menulis bahwa hidup ini adalah sebuah kesempatan untuk menikmati apa yang kita sudah terima dari Tuhan. Kegalauan hati dan pikiran tidak akan menolong kita karena kita memang tidak sepenuhnya bisa mengerti apa maksud Tuhan dalam hidup kita. Tetapi berbagai tokoh Alkitab seperti Jusuf, Abraham dan Musa, menyerahkan semua kekuatiran mereka dalam menjalani hidup di tanah yang asing. Mereka bisa menikmati hidup di dunia dengan menyerahkan hidup mereka kedalam bimbingan Tuhan.

“Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.” Pengkhotbah 3: 13

Pagi ini, mungkin kita merasa bahwa kita kehilangan kontrol atas hidup kita. Pengkhotbah 3 bertanya adakah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa putus asa yang mungkin timbul dalam hidup kita. Adakah sesuatu yang bisa kita andalkan? Salomo menulis bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menguasai jalannya semua peristiwa kehidupan, tetapi bagi mereka yang takut akan Tuhan, hidup ini adalah suatu kepastian: Tuhan akan membimbing mereka dalam keadaaan apapun.

“Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.” Pengkhotbah 3: 14

2 pemikiran pada “Roda kehidupan terus berputar

  1. Hnya bersandar kpd Tuhanlah, hidup kita ad kpastian d tngah roda kehidupan yg trus berputar itu. Puji Tuhan, kita punya Tuhan yg peduli. Syangnya, mnusia justru lupa pd Tuhannya 😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s