Tidak jauh berarti belum sampai ke tujuan

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus. Markus 12: 34

Dalam Alkitab ada banyak kata “bijaksana” yang bisa kita ditemui. Memang diantara sifat baik yang diharapkan dari setiap orang Kristen, kebijaksanaan adalah sesuatu yang sangat penting. Menuruti tradisi Salomo, banyak orang yang percaya bahwa kebijaksanaan adalah yang harus dicari manusia dengan sepenuh hati. Karena itu, adanya filsuf-filsuf di dunia ini, dari dulu sampai sekarang, merupakan bukti pentingnya kemampuan manusia untuk bisa menjawab berbagai pertanyaan dalam hidup.

Para filsuf yang ada di dunia ini memang adalah orang-orang pandai, dan apa yang pernah diajarkan mereka sudah menjadi bahan pemikiran mereka yang senang mendalami filsafat atau philosophy. Nama-nama seperti Bertrand Russell, Rabindranath Tagore dan Mao Zedong termasuk dalam daftar filsuf abad 20, sekalipun itu bukan berarti bahwa cara hidup mereka harus dicontoh.

Dalam Markus 12: 28 – 34 ditulis bahwa seorang ahli Taurat, yang dianggap sebagai orang bijak yang paling tahu mengenai hukum Tuhan, datang menemui Yesus. Orang itu sudah mendengar tentang Yesus yang selalu memberi jawab yang tepat atas pertanyaan berbagai orang pandai. Dengan kesungguhan, orang itu bertanya kepada Yesus: “Hukum manakah yang paling utama?”. Yesus dengan tanpa mempersoalkan motivasi orang itu, menjawab bahwa hukum yang utama adalah untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

Atas jawaban Yesus, ahli Taurat itu menyatakan persetujuannya. Jawabnya:

“Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” Markus 12: 33

Yesus yang mendengar jawaban bijaksana dari ahli Taurat itu menjawabnya dengan singkat: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” . Yesus merasa senang bahwa orang itu tahu dan mengerti apa yang benar dan bijaksana. Bahwa kewajiban setiap manusia seharusnya adalah mengasihi Tuhan dengan sepenuh hidup kita dan juga mengasihi sesama manusia, dan bukan sekedar memuji Tuhan dan memberi persembahan. Tetapi kemampuan untuk berpikir dan menjawab dengan kebijaksanaan seperti itu, tidaklah menjamin bahwa seseorang sudah menjadi pengikut Tuhan.

Pagi ini, mungkin kita sudah mengambil keputusan yang bijaksana untuk pergi ke gereja dan berbakti kepada Tuhan. Keputusan siapapun untuk mau ke gereja adalah satu tindakan yang membuat orang itu satu langkah lebih dekat kepada Tuhan, one step closer to God. Tetapi itu bukan berarti kita sudah mencapai tujuan kita, yaitu menjadi pengikut Tuhan sepenuhnya.

Jawaban yang bijaksana tidak akan menjadi tindakan bijaksana jika Tuhan tidak memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakannya. Dengan kekuatan sendiri, tidaklah mungkin kita bisa melakukan apa yang kita janjikan atau percayai. Hanya dengan bimbingan Roh Kudus kita bisa mengubah hidup kita hari demi hari, untuk menjadi pengikut Yesus sepenuhnya. Biarlah kita terus mau berdoa memohon bimbingan Tuhan agar kita mendapat kekuatan untuk tetap bisa hidup dalam kasih dimana saja dan kapan saja.

Makin dekat, Tuhan, kepadaMu;

walaupun salib tlah mengangkatku,

tetaplah laguku: Dekat kepadaMu;

makin dekat, Tuhan, kepadaMu.

Satu pemikiran pada “Tidak jauh berarti belum sampai ke tujuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s