Jangan hidup dalam dakwaan

“Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.” Wahyu 12: 10

Pernahkah anda mengalami suatu pengalaman yang menyebabkan anda merasa tertekan, sedih dan gundah karena apa yang anda perbuat pada suatu hari, seolah tidak dimengerti orang disekitar anda, termasuk orang-orang terdekat anda? Saya yakin setiap orang pernah merasakan “hari sial” semacam itu. Kesedihan anda mungkin bisa bertambah besar jika ada orang-orang yang mendakwa bahwa anda sudah melakukan hal yang kurang baik, padahal anda tidak mempunyai maksud jahat apapun.

Jika hal diatas seringkali terjadi dalam hubungan antar manusia, dalam hubungan dengan Tuhan, ternyata ada banyak orang Kristen yang mengalami perasaan serupa, merasa sedih dan tertekan karena seolah Tuhan tidak bisa mengerti kesulitan yang mereka alami dalam usaha untuk menjadi pengikutNya yang setia.

Perjuangan untuk menjadi murid Kristus memang tidaklah mudah. Seperti Rasul Paulus mungkin kita pernah mengeluh:

“Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.” Roma 7: 15

Jika perasaan ini ada pada kita, sebenarnya kita harus bersyukur bahwa kita masih sadar akan apa yang baik dan apa yang buruk. Memang Roh Kudus bekerja untuk membimbing tiap umat Kristen dan mengingatkan akan kekurangan yang masih ada, agar mereka menjadi makin baik dan selalu yakin atas keselamatan yang sudah mereka terima.

Pada pihak yang lain, iblis yang melihat orang Kristen yang hidup dalam perjuangan iman selalu berusaha untuk menjatuhkan semangat mereka. Iblislah yang mengelilingi dan menjelajah bumi, meneliti umat percaya satu demi satu, melihat kalau-kalau ia bisa menghancurkan hidup mereka, supaya mereka melarikan diri dari Tuhan dan supaya Tuhan menolak mereka.

Berbeda dengan Roh Kudus, Iblislah yang sering mengingatkan umat Kristen akan kekurangan mereka, bukan untuk mendorong mereka untuk memperbaikinya, tetapi untuk membuat mereka meragukan bimbingan Tuhan dan jaminan keselamatan yang telah mereka peroleh. Iblis menjadi pendakwa dan kita menjadi terdakwa di hadapan Tuhan.

Mereka yang didakwa iblis bahwa hidup kerohanian mereka masih jauh dari apa yang diharapkan, mungkin kemudian merasa ragu apakah mereka masih bisa menerima karunia dan berkat Tuhan dalam hidup mereka. Mereka mungkin kemudian merasa bahwa hidup di dunia ini hanya penuh derita dan kesia-siaan. Begitu banyak mereka yang hidup dalam dakwaan iblis, lambat laun jatuh kedalam kegundahan yang berat, sehingga mereka tidak dapat memakai iman mereka dalam menghadapi masa depan.

Sore ini, ayat diatas mengingatkan kita bahwa Tuhan tahu tentang adanya dakwaan iblis yang berusaha menghancurkan masa depan anak-anak Tuhan. Tuhan pada saatnya akan menghancurkan iblis si pendakwa itu. Saat ini, kita yang seringkali didakwa si iblis, boleh yakin bahwa Tuhan tetap mengasihi kita dalam keadaan apapun. Kita juga harus percaya bahwa Tuhan kita adalah hakim yang sudah membayar harga tebusan untuk segala dosa kita melalui darah Kristus Yesus.

“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Mazmur 136: 1

2 pemikiran pada “Jangan hidup dalam dakwaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s