Pujilah Tuhan dalam setiap keadaan

“Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.” Mazmur 113: 3

Pagi ini, ketika saya bangun sekitar pukul 6.15 pagi, matahari belum terlihat. Suhu sekitar 10 derajat Celsius di Toowoomba. Memang pada musim dingin (winter), matahari agaknya malas bersinar. Pada hari ini matahari terbit pukul 6.45 pagi dan terbenam pukul 5.08 sore.

Sebagian orang kurang menyenangi musim dingin karena hari yang pendek dan suhu yang bisa membuat tubuh menggigil kedinginan dan bahkan jatuh sakit. Mereka lebih menyukai musim panas karena berbagai aktivitas di alam terbuka (outdoor activities) yang bisa dilakukan seperti berenang, bersepeda dan sebagainya. Di lain pihak, jika musim dingin adalah musim yang “suram” bagi mereka yang tidak menyenanginya, musim itu bisa memberi kesempatan indah untuk bermain di salju bagi yang menyukainya. Dengan demikian, adanya empat musim di Australia adalah sesuatu yang harus diterima semua penduduknya.

Hidup manusia mungkin dapat dibayangkan sebagai musim yang bisa berganti-ganti. Pengkhotbah dari kitab Perjanjian Lama menulis bahwa

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Pengkhotbah 3: 1

Ada saat dimana kita bersukacita, tetapi ada juga saat kita berduka. Ada saat kita menang, ada juga saat dimana kita menggigit jari.

“Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari.” Pengkhotbah 3: 4

Bagi manusia, apa yang terjadi disekelilingnya bisa membawa kesan dan reaksi yang berbeda-beda. Apa yang terjadi kemarin mungkin membawa sukacita kepada seseorang, tetapi dukacita kepada orang yang lain. Musim yang sama, membawa perasaan yang berbeda.

Adalah lumrah jika kita bangun pagi ini dan merasa masygul dengan adanya musim yang berganti. Juga dengan adanya tantangan atau masalah hidup yang mungkin sekarang makin terasa dalam hidup kita. Tetapi ayat pembukaan kita berkata dalam keadaan apapun dan kapanpun kita harus memuji Tuhan atas kemurahanNya. Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya; baik siang atau malam, Ia senantiasa memelihara kita.

Dari terbit matahari sampai pada masuknya

Biarlah nama Tuhan dipuji

Dari terbit matahari sampai pada masuknya

Biarlah nama Tuhan dipuji

Puji Tuhan, Puji Tuhan

Satu pemikiran pada “Pujilah Tuhan dalam setiap keadaan

  1. Amin, dan sdh seharusnya emang dmikian sih, apapun situasinya tp bkn utk smua hal sih 🙂

    Klau di tmpat sy (Kalteng), lngit pg ini jg mndung Pak, seolah lg murung, ap mumgkin krn musibah di danau Toba itu ya? Kan korbannya msh bnyak yg blm ditemukan. Ah, hnya Tuhan yg Mahakuasa. Pujilah namanya sllu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s